CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 27 April 2016 17:00

Microsoft: Komputasi awan solusi tepat bagi e-government di Indonesia

Kemampuan komputasi awan untuk menyimpan dan menganalisis data dapat membantu terlaksananya e-government di Indonesia.

Microsoft: Komputasi awan solusi tepat bagi e-government di Indonesia

Techno.id - Di era digital seperti sekarang, komputasi awan adalah salah satu solusi paling tepat bagi pemerintah untuk mendukung pengimplementasian e-government. Komputasi awan dapat mempermudah pemerintah untuk melakukan proses analisis seperti pemetaan demografis masyarakat, ekonomi dan sosial, serta banyak manfaat lainnya.

Kartu Tanda Penduduk Elektronik alias e-KTP adalah salah satu contoh nyata program e-government yang dapat terbantu oleh komputasi awan. Hingga saat ini program e-KTP masih banyak mendapatkan kritik karena implementasi yang belum maksimal dan banyaknya kesalahan data.

Selain itu, utilisasi dari e-KTP pun dinilai belum maksimal bagi masyarakat. Melalui bantuan teknologi komputasi awan, data kependudukan dalam e-KTP dapat disimpan dengan akurat sehingga pemerintah dapat mengelola dan mengaksesnya dengan lebih muda.

Tony Seno Hartono, National Technology Officer Microsoft Indonesia dalam acara pemaparan pentingnya peran komputasi awan dalam pemerintahan mengungkapkan jika komputasi awan juga ideal dipergunakan untuk aplikasi-aplikasi yang perlu diakses jutaan orang dalam waktu bersamaan seperti aplikasi Pilkada, aplikasi pemilu, ujian nasional, dan pelaporan pajak. Pasalnya, komputasi awan memiliki sifat fleksibel dan dapat menyesuaikan beban pekerjaan yang ada.

"Pada akhirnya, data yang terkonsolidasi menggunakan teknologi komputasi awan memungkinkan Indonesia memiliki pemerintahan berbasis digital. Beragam kebijakan serta bantuan pemerintah pun dapat ditujukan ke sasaran yang tepat," tutup Tony dalam siaran pers yang diterima Techno.id (26/4/16).

Tony Seno Hartono, National Technology Officer, Microsoft Indonesia dalam pemaparan peran cloud computing bagi pengimplementasian e-government di Indonesia
© 2016 Microsoft

WHAT TO READ NEXT ?