Mengungkap mitos dan fakta seputar baterai smartphone, banyak yang salah kaprah

Mengungkap mitos dan fakta seputar baterai smartphone, banyak yang salah kaprah

Techno.id - Smartphone telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Tak heran jika ponsel saat ini menjadi perangkat multifungsi yang digunakan untuk berkomunikasi, menjelajahi internet, bekerja, bermain game, dan masih banyak lagi.

Namun, ada banyak mitos tentang baterai smartphone yang sering kali membuat pengguna khawatir. Karena itu Techno.id akan mengupas mitos dan fakta seputar baterai smartphone untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada semua orang, Rabu (27/09).

1. Smartphone harus diisi daya hingga penuh sebelum digunakan

Mengungkap mitos dan fakta seputar baterai smartphone, banyak yang salah kaprah foto: unsplash/onur binay

Ini adalah salah satu mitos paling umum tentang baterai smartphone. Faktanya baterai modern, seperti lithium-ion, tidak perlu di-charge hingga penuh sebelum digunakan.

Sebenarnya, baterai smartphone lebih baik berada di tingkat baterai sekitar 80-90 persen daripada diisi penuh. Mengisi baterai sepanjang waktu hingga 100 persen dapat mengakibatkan penurunan masa pakai baterai dalam jangka panjang.

2. Mengisi ulang baterai sampai baterai benar-benar habis

Mengungkap mitos dan fakta seputar baterai smartphone, banyak yang salah kaprah foto:freepik/tapati2528

Baterai lithium-ion yang digunakan dalam smartphone tidak memiliki memori seperti baterai yang lebih lama. Faktanya mengisi ulang baterai sebelum benar-benar habis tidak diperlukan dan bahkan dapat merusak baterai.

Sebaliknya, mengisi ulang saat baterai mencapai sekitar 20-30 persen adalah hal yang lebih baik untuk menjaga masa pakai baterai yang optimal.

3. Matikan smartphone saat mengisi ulang baterai

Mengungkap mitos dan fakta seputar baterai smartphone, banyak yang salah kaprah foto:freepik/user16766420

Ini adalah mitos yang umum. Faktanya sebagian besar smartphone modern dirancang untuk digunakan sambil diisi ulang seperti fitur bypass charging yang memungkinkan aliran listrik langsung masuk ke mesin, dan ini aman dilakukan.

Bahkan, dalam situasi darurat atau ketika membutuhkan smartphone segera, kamu dapat menggunakan perangkat sambil mengisi ulang. Jadi, tidak perlu lagi khawatir tentang mematikan smartphone saat mengisi ulang.

(magang/rama prameswara)

(brl/red)