4 Fakta dan mitos baterai smartphone, fakta nomor tiga sering diabaikan

4 Fakta dan mitos baterai smartphone, fakta nomor tiga sering diabaikan

Mitos dan fakta baterai smartphone

Fakta baterai smartphone

4 Fakta dan mitos baterai smartphone, fakta nomor tiga sering diabaikan foto: freepik/vlarvix

1. Panas yang berlebihan berbahaya bagi baterai smartphone

Usahakan agar ponsel kamu tetap dingin setiap saat. Alasan kamu disarankan untuk tidak menggunakan pengisi daya pihak ketiga juga sama, karena dapat menyebabkan panas yang berlebihan, dan pada gilirannya, membahayakan perangkat kamu.

2. Output ampere pengisi daya penting

Apakah pembuat smartphone kamu menawarkan pengisi daya output tinggi atau tidak, juga bisa memberikan dampak yang besar. Sebagai contoh, Apple iPhone 6/6S memiliki dukungan untuk pengisian daya AC hingga 2,1 Ampere, tetapi dibundel dengan adaptor 1A yang sangat kecil.

Dalam kasus seperti itu, beralih ke pengisi daya yang lebih tinggi (bermerek) dapat membantu meningkatkan waktu pengisian daya secara signifikan. Namun demikian, ingatlah untuk memeriksa perangkat kamu dengan cermat untuk mengetahui dukungannya.

3. Untuk mengisi daya perangkat lebih cepat, hindari menggunakannya saat dicolokkan, atau lebih baik lagi matikan saja

Secara logika, perangkat akan mengisi daya lebih cepat saat dalam mode penerbangan dengan pembuangan panas yang lebih sedikit. Kamu juga dapat mematikan perangkat untuk mendapatkan daya ekstra. Selain itu, jika kamu mengisi daya dari sumber daya USB seperti laptop, lebih baik matikan ponsel untuk mendapatkan daya yang cukup.

4. Memilih powerbankyang sesuai

Saat ini hampir semua smartphone hadir dengan baterai yang tidak dapat dilepas. Karena itu memiliki powerbank adalah keputusan paling logis untuk membantu masalah daya baterai. Saat mencari powerbank terbaik, carilah yang memiliki output daya yang lebih tinggi (sebaiknya >=2A seperti adaptor AC) karena, tidak ada dari kita yang ingin ponselnya terus terhubung ke powerbank sementara butuh waktu lama untuk mengisi ulang daya.

(brl/red)