CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 22 Maret 2016 13:00

Andy Grove, mantan CEO Intel era 80-an tutup usia

Berita meninggalnya Grove disampaikan langsung oleh CEO Intel saat ini, Brian Krzanich dini hari tadi.

Andy Grove, mantan CEO Intel era 80-an tutup usia

Techno.id - Dunia teknologi pada Senin malam (21/3/16) dikejutkan dengan kabar meninggalnya CEO Intel di era 80-an, Andy Grove. Tak diketahui secara pasti apa penyebab meninggalnya pria yang mendapat julukan Legend of Silicon Valley tersebut, tapi dari riwayat penyakit yang dideritanya selama ini kemungkinan Grove tutup usia karena penyakit kanker prostat.

Meski namanya tak se-populer duo penggagas Intel si Robert Noyce dan Gordon Moore, tapi Grove sebenarnya juga merupakan pendiri dari perusahaan semikonduktor tersebut yang resmi didirikan pada tahun 1968. Memulai karir sebagai karyawan biasa, baru di tahun 1979 dewan perusahaan menunjuknya menjadi President dan di tahun 1987 menjadi CEO.

Selama kepemimpinan pria yang juga dikenal sebagai penggagas Silicon Valley ini, Intel dilaporkan mengalami masa-masa jaya. Kala memimpin, ia pernah berhasil memindahkan fokus bisnis Intel dari chip memori ke mikroprosesor hingga saat ini Intel dikenal sebagai merek konsumen yang diakui secara luas.

Bahkan di bawah kepemimpinan Grove, Intel tercatat pernah memproduksi chip PC terbaik seperti 386 dan Pentium. Di bawah kepemimpinannya juga, Intel pernah meningkatkan pendapatan hingga mencapai angka Rp341,9 triliun.

Sebagaimana dikutip Techno.id dari Mashable (21/3/16), kabar meninggalnya Grove ini diumumkan langsung oleh CEO Intel saat ini Brian Krzanich. "Saya pikir, industri chip Amerika dan Intel khususnya tak akan bisa seperti sekarang jika bukan karena jasanya," ujar Krzanich.

Pasca berita meninggalnya Grove terungkap, beberapa petinggi teknologi dunia dilaporkan mengucapkan rasa belasungkawa. Salah satunya CEO Apple, Tim Cook via akun Twitter pribadinya.

"Andy Grove adalah salah satu 'raksasa' teknologi. Dia mencintai negeri ini dan mendorong Amerika ke kondisi terbaiknya. Beristirahatlah dalam damai," kicau Cook.

 

WHAT TO READ NEXT ?