CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 1 April 2016 14:00

Berwajah baru, Sikumis siap sejahterakan petani dan nelayan

Situs lokal dengan logo khas pak tani berkumis itu kini berubah menjadi platform marketplace pertanian, peternakan, perikanan, dan UKM Agri.

Berwajah baru, Sikumis siap sejahterakan petani dan nelayan

Techno.id - Sikumis.com yang awalnya merupakan situs e-commerce produk industrial alat pertanian, peternakan, dan perikanan (B2B) kini dilaporkan telah berganti wajah baru. Situs lokal dengan logo khas pak tani berkumis itu kini berubah menjadi platform marketplace pertanian, peternakan, perikanan, dan UKM Agri yang melibatkan pedagang pasar tradisional untuk bersama memasarkan komoditasnya secara online.

Dengan bergantinya wajah Sikumis ini, maka nantinya akan ada beberapa kategori serta beberapa fitur baru yang dimunculkan. Dalam siaran pers yang diterima Techno.id (1/4/16), pihak Sikumis mengungkapkan jika ada sekitar 7 komoditas dengan ratusan kategori dan sub kategori serta beberapa fitur baru yang nantinya akan ditemui di konsep baru situs Sikumis, antara lain Kios online bagi para petani, tempat atau toko untuk memajang komoditasnya.

Lalu ada Dibutuhkan!! yang merupakan ruang pembeli jumlah besar di mana calon pembeli bisa mencari kebutuhan komoditas dalam jumlah besar di sini dan Lelang Komoditas Online, yang merupakan tempat petani melelangkan komoditasnya. Selanjutnya ada Barometer Harga, yang merupakan tempat akumulasi harga komoditas di setiap daerah dan Aplikasi Mobile, yang merupakan aplikasi penghubung antara para penjual langsung baik petani, peternak, nelayan atau pedagang secara retail dengan konsumen radius terdekat yang dapat konsumen hubungi melalui aplikasi ini.

Dengan bergantinya konsep bisnis, Sikumis berharap bisa memberikan dampak yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan Indonesia. Selain itu, platform lokal ini juga berharap melalui strateginya ini maka banyak anak muda di Indonesia mau terjun ke dunia pertanian, peternakan, perikanan, bahkan penguasa dunia agri.

Tak lupa, melalui perubahan strategi bisnis maka program swasembada di seluruh komoditas Indonesia bisa terwujud. Lalu, lebih banyak petani dan nelayan Indonesia siap menghadapi bahkan memenangkan persaingan di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

 

WHAT TO READ NEXT ?