8 Cara sederhana merawat baterai lithium-ion di smartphone Android

8 Cara sederhana merawat baterai lithium-ion di smartphone Android

Techno.id - Bateraimerupakansalah satu elemen penting smartphone. Tanpa baterai ponsel tidak akan bisa digunakan. Banyak pengguna berusaha merawat ponsel dari sisi eksternalnya seperti memasang layar pelindung, memasang case, menghindari ponsel agar tidak terbanting dan lain-lain. Padahal perawatan ponsel secara internal juga sangat diperlukan, salah satunya adalah dengan cara memberikan perhatian khusus terhadap baterai.

Dewasa ini ponsel Android kebanyakan menggunakan baterai jenis lithium-ion yang dinilai lebih unggul daripada baterai jenis NiMH atau jenis baterai isi ulang lainnya. Perlu diingat, baterai lithium-ion (li-ion) ini berbeda dengan baterai lithium yang merupakan tipe baterai sekali pakai, biasanya baterai lithium digunakan di remote TV.

Karena perbedaan jenis dan bahan dasar, cara merawat baterai lithium-ion juga berbeda dengan baterai-baterai lainnya. Oleh karena itu, Techno.id merangkum 8 cara sederhana merawat baterai lithium-ion di ponsel Android.

1. Jangan mengisi daya sampai 100% penuh

8 Cara sederhana merawat baterai lithium-ion di smartphone Android (Foto: Freepik.com)

Banyak yang mengira, cara terbaik merawat baterai ponsel adalah dengan mengisinya sampai benar-benar penuh 100%. Hal ini mungkin dapat diterapkan pada jenis baterai lama seperti NiMH, namun tidak dapat diterapkan pada baterai lithium-ion. Pengisian daya sampai 100% malah akan menambah tekanan yang berlebihan pada baterai.

Apabila hal ini terus-menerus terjadi, maka beresiko besar memperpendek umur baterai. Angka ideal yang disarankan untuk pengisian daya pada baterai lithium-ion adalah 80%-90%.

2. Jangan biarkan baterai habis sampai 0%

8 Cara sederhana merawat baterai lithium-ion di smartphone Android (Foto: Freepik.com)

Tidak hanya mengisi daya sampai 100% saja yang harus dihindari dalam perawatan baterai lithium-ion. Menghabiskan daya baterai ponsel sampai benar-benar habis atau 0% sebelum diisi kembali juga dapat memperpendek umur baterai. Usahakan untuk selalu mengisi kembali daya baterai pada angka 20%-30% agar mengurangi resiko baterai rusak sebelum waktunya.

Magang : Millenia Ramadita

(brl/red)