ChatGPT berhasil lolos tes ujian dokter di Amerika Serikat, ini faktanya

ChatGPT berhasil lolos tes ujian dokter di Amerika Serikat, ini faktanya

Techno.id - ChatGPT dari OpenAI saat ini tengah digandrungi banyak pengguna gadget di dunia. Mereka memanfaatkannya untuk dapat memberikan informasi secara interaktif. Bahkan banyak pertanyaan yang dilayangkan dijawab mudah oleh ChatGPT. Tak terkecuali pertanyaan paling sulit seperti tes ujian kedokteran.

Melalui studi yang telah diterbitkan jurnal PLOS Digital Health, ChatGPT dilaporkan mampu menyelesaikan U.S. Medical Licensing Exam (USMLE). Sebuah ujian penting yang wajib diselesaikan agar mendapatkan lisensi dokter di Amerika Serikat (AS).

Sebagai informasi, USMLE terdiri dari tiga jenis tes. Tujuannya menguji para mahasiswa dalam berbagai subjek di seluruh disiplin terkait kedokteran, kesehatan, biokimia, kedokteran klinis, manajemen pasien, dan bioetika. Agar dapat dinyatakan lolos USMLE, mahasiswa kedokteran paling tidak mendapatkan skor minimal 60 persen.

Dalam jurnal yang dibuat Tiffany Kung, Victor Tseng, dan rekan-rekan di Ansible Health, mereka menguji kemampuan ChatGPT, dengan menggelontorkan 350 dari 376 pertanyaan umum, dan menghapus pertanyaan gambar dari USMLE Juni 2022.

ChatGPT berhasil mendapatkan skor antara 52,4% dan 75% di tiga ujian USMLE. ChatGPT juga menunjukkan kesesuaian 94,6% pada semua responsnya dan menghasilkan setidaknya satu wawasan signifikan (sesuatu yang baru, tidak jelas, dan valid secara klinis) untuk 88,9% dari responsnya. ChatGPT melebihi kinerja PubMed GPT, sebuah model yang ditempatkan eksklusif pada literatur domain biomedis, yang mencapai skor 50,8% pada dataset yang lebih tua dari pertanyaan USMLE.

ChatGPT berhasil lolos tes ujian dokter di Amerika Serikat, ini faktanya foto: Techno.id/ Adnan

Dari hasil tersebut, chatbot besutan OpenAI tersebut berhasil masuk dalam batas kelulusan. ChatGPT bekerja pada atau mendekati ambang kelulusan untuk ketiga ujian tanpa pelatihan maupun pengayaan khusus apapun, kata penulis studi, seperti dikutip techno.id dari The Daily Beast, Sabtu (11/2).

Dari hasil yang telah dilalui, muncul pertanyaan apakah kelak ChatGPT maupun chatbot lainnya akan menggantikan dokter dan perawat di masa akan datang?

Menurut para peneliti, hal tersebut tidak bisa terjadi. Sebab dunia kesehatan dan kedokteran yang menyangkut masalah hidup dan mati masih membutuhkan peran manusia. Terlebih chatbot masih memiliki bug, sehingga hasil tidak akurat dan terbilang bias.

ChatGPT berhasil lolos tes ujian dokter di Amerika Serikat, ini faktanya

foto: Techno.id/Adnan

Peneliti menambahkan, chatbot layaknya ChatGPT akan berguna untuk membantu mahasiswa kedokteran tahun kedua agar lulus ujian USMLE pertama. Hal tersebut dilandasi chatbot mampu memberikan jawaban secara sederhana dan mudah dipahami. Sebuah chatbot bisa membantu menyajikan penjelasan informasi rumit dengan lebih mudah.

Lebih lanjut, ChatGPT dapat dipakai di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya di masa depan. Sebagai contoh, apabila dokter memiliki pertanyaan atau kesulitan menangani sebuah kasus kesehatan, mereka bisa bertanya melalui ChatGPT agar mendapatkan informasi yang mungkin saja terlewat.

(brl/red)