Teknologi mata uang digital punya potensi cegah tindakan korupsi

Teknologi mata uang digital punya potensi cegah tindakan korupsi
Tahukah Anda, teknologi mata uang digital seperti blockchain ternyata dapat berpotensi mencegah tindakan korupsi? Ya, menurut pakar digital marketing Indonesia Anthony Leong, Blockchain sangat berpotensi untuk mencegah tindakan korupsi karena kelebihannya yang dapat diakses oleh publik.
"Menurut saya, Blockchain punya kelebihan tersendiri seperti membuat e-budgeting yang memiliki efek lebih efisien karena bisa menekan biaya transaksi, transparan karena dapat diakses publik, dan keamanannya tinggi serta mampu meminimalisasi kasus human error karena semua transaksi telah dikomputerisasi dan tercatat secara otomatis," ujar Anthony seperti dikutip Techno.id dari Antara (26/3/16).
Lebih lanjut Anthony mengungkapkan jika penggunaan teknologi Blockchain saat ini sudah sangat luas di dunia. Buktinya, sudah banyak lembaga perbankan, perusahaan sistem pembayaran, dan bahkan pemerintahan yang menggunakan Blockchain.
"Blockchain terbukti dapat diaplikasikan di sektor teknologi dan finansial. Namun, teknologi ini juga bisa digunakan untuk pelbagai bidang lainnya. Bahkan, beberapa perusahaan ternama dan pemerintahan lainnya rela mengeluarkan dana besar untuk mengembangkan Blockchain, seperti Netscape, Operator bursa saham Nasdaq, Bank Sentral (Eropa dan China), Pemerintah Honduras, bahkan akhir-akhir ini Perdana Menteri Singapura juga sudah memberi perintah untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi ini," tutur Anthony.
Anthony menambahkan jika di masa depan, Blockchain bisa saja dimanfaatkan untuk keperluan di luar masalah keuangan seperti instrumen pendukung pemilihan umum. Hal ini dikarenakan Blockchain sangat transparan sehingga bisa jadi ke depannya peran pihak ketiga untuk menjadi saksi transaksi perpindahan dokumen tidak diperlukan lagi.
Kendati demikian, Anthony menyampaikan jika teknologi Blockchain ini masih belum siap digunakan secara luas dalam waktu dekat. "Dibutuhkan waktu lebih dari 30 tahun bagi Internet untuk berkembang luas ke seluruh dunia, delapan tahun sudah Blockchain terbentuk. Kita lihat saja 5-10 tahun lagi, Blockchain akan masuk ke dalam setiap aspek kehidupan kita semua seperti kita memakai smartphone," pungkas Anthony.

(brl/red)