CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 11 Oktober 2015 05:00

Smartphone jadi penolong sekaligus malapetaka di dunia kedokteran

Peran smartphone di dunia kedokteran bisa berdampak positif dan negatif.

Smartphone jadi penolong sekaligus malapetaka di dunia kedokteran

Techno.id - Ternyata, kecanggihan smartphone juga turut ambil bagian dalam dunia kedokteran. Menurut survei dari British Medical Journal, 65 persen dokter di Imperial College London setiap hari selalu menggunakan pesan teks untuk berkomunikasi dengan rekan-rekan sesama dokter. Sisanya, menggunakan smartphone untuk mengirim foto kondisi pasien atau foto x-ray kepada dokter yang lain.

Seperti yang diberitakan TheRegister (8/10/15), survei tersebut mengambil sampel lebih dari 2.000 dokter dan 4.000 perawat di lima rumah sakit. Hasilnya, disimpulkan bahwa kepemilikan smartphone ternyata mendukung dunia kedokteran. Namun, sebagian dokter menyadari bahwa pendekatan melalui ponsel pintar ini hanya berdampak baik untuk kalangan dokter dan perawat, bukan untuk pasien.

Diketahui tidak baik, karena pengiriman data dan gambar-gambar pasien berlangsung secara instan menggunakan aplikasi media sosial sebuah smartphone. Jadi, tidak ada perlindungan keamanan sama sekali yang dapat menjamin privasi para pasien.

Vendor keamanan juga mengatakan bahwa praktik pertukaran data pasien menggunakan smartphone, sebenarnya merupakan solusi termudah, namun bisa berdampak buruk bagi pasien.

"Smartphone adalah alat yang sempurna untuk para profesional medis dalam berkomunikasi lebih cepat dan efisien. Meski begitu, jangan sampai kemudahan ini ikut mengorbankan kerahasiaan dan privasi pasien," ujar Dr Nithin Thomas, pendiri startup keamanan SQR Systems.

Seharusnya, rumah sakit dan klinik di Inggris memikirkan kembali sistem komunikasi mereka untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien. Pasalnya, bila mereka hanya sekadar mengirimkan data kesehatan tanpa memikirkan bahayanya (diretas atau dicuri) maka teknologi yang tadinya sangat membantu bisa berubah menjadi malapetaka yang merugikan pasien.

WHAT TO READ NEXT ?