CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 20 Desember 2015 05:00

Ini 3 jalan agar populasi wanita di industri TI makin banyak

Berbekal pengalaman selama hampir 15 tahun di industri ini, berikut usulan COO Facebook.

Ini 3 jalan agar populasi wanita di industri TI makin banyak

Techno.id - Stigma bahwa wanita kurang pantas berkecimpung di sektor teknologi informasi harus segera dihapus. Pasalnya, ketidaksetaraan gender ini membatasi wanita untuk berkarya lebih di ranah yang identik dengan lelaki itu.

Mengenai hal ini, Sheryl Sandberg punya pandangan menarik untuk mendorong wanita agar lebih banyak terjun ke bidang TI. COO Facebook tersebut mengusulkan tiga hal ini dan meminta partisipasi para pria untuk turut mewujudkannya.

Pertama, pemangku jabatan di industri ini selayaknya mulai mempertimbangkan dan mengedukasi diri tentang bias gender. Anggapan bahwa salah satu gender lebih inferior ketimbang gender yang lain dinilai sebagai penghadang nyata dalam menciptakan keberagaman di tempat kerja.

Di samping itu, ia juga menyarankan agar perusahaan bisa menyetarakan pegawainya baik yang pria atau wanita, terutama yang sudah berkeluarga. "Misalnya, di Facebook, kami percaya para ibu dan ayah berhak mendapat dukungan yang sama untuk keluarganya. Jadi, kami menawarkan pada para orangtua yang bekerja di Facebook di seluruh dunia cuti hamil selama empat bulan," terangnya di situs tanya-jawab Quora (16/12/15) sembari menunjukkan Mark Zuckerberg, sang CEO, sebagai contoh nyatanya.

Terakhir, tak lupa Sheryl mendorong agar lebih banyak lagi perempuan yang mengambil studi di ilmu komputer atau teknik komputer. Stereotip wanita kurang pantas berkecimpung di industri TI adalah karena memang sektor ini dihuni terlalu banyak pria. Isolasi ini salah satunya bisa didobrak dengan adanya komunitas atau pihak ketiga yang mendukung para wanita, seperti LeanIn.org yang ia dirikan.

Persentase pekerja wanita di bidang TI memang tak berimbang dengan porsi para pria. Sekarang pun, hanya ada segelintir perusahaan teknologi global yang tercatat mengusung wanita di posisi vital, sebut saja Susan Wojcicki si CEO YouTube atau Sheryl sendiri yang sudah bergabung dengan Google sejak 2001.

WHAT TO READ NEXT ?