CONNECT WITH US
Delvit Grafelly |
 12 Desember 2015 12:00

Dinilai rasisme, Anonymous ingin beri 'pelajaran' Donald Trump

Setelah Korea Utara dan ISIS, kini kelompok peretas Anonymous tantang Calon Presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump

Dinilai rasisme, Anonymous ingin beri 'pelajaran' Donald Trump

Techno.id - Kelompok peretas legendaris Anonymous kembali mendeklarasikan calon musuh barunya. Musuh baru ini, tak lain adalah salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump.

Melalui akun Twitter @YourAnonNews, Anonymous mengklaim telah meretas situs Trump Tower yang berada di New York, AS. Sementara apa yang ditampilkan situs trumptowerny.com saat ini, sebenarnya hanyalah data cadangan offline dari cloudflare.

"Situs Trump Tower (New York) telah down sebagai wujud perlawanan atas sikap rasisme dan kebencian yang diumbar Trump. Apa yang Anda lihat sekarang hanyalah data cadangan offline dari cloudflare," kicau Anonymous.

Seperti diketahui, dalam berkampanye, Trump memang kerap mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sedangkan pernyataan Trump yang ingin melarang warga muslim memasuki wilayah AS dinilai sebagai puncaknya.

Kini pengusaha real estate itu pun sedang dikecam oleh banyak pihak. Beberapa contohnya seperti sebuah petisi dari warga Inggris untuk melarang Trump menginjakkan kaki di negaranya, serta penangguhan beberapa bisnisnya di Timur Tengah.

Di lain pihak, Anonymous dewasa ini juga kerap terlibat dalam peperangan berskala besar. Tak tanggung-tanggung, Anonymous bahkan menargetkan Korea Utara, ISIS, hingga Calon Presiden AS, Donald Trump.

"Donald Trump, berpikirlah dua kali sebelum Anda berbicara tentang apapun. Anda sudah diperingatkan, Mr. Donald Trump," ucap Anonymous dalam deklarasi video yang dipublikasikan pada hari Rabu (09/12) kemarin.

WHAT TO READ NEXT ?