CONNECT WITH US
Firli Firlani |
 20 Juli 2015 09:00

Belanja iklan sirup Marjan tembus setengah triliun pada bulan puasa

Sirup Marjan jadi yang paling royal berbelanja iklan saat bulan ramadan.

Belanja iklan sirup Marjan tembus setengah triliun pada bulan puasa

Techno.id - Bulan puasa memang menjadi ajang perusahaan untuk belanja iklan, seperti yang dilakukan oleh brand Marjan. Dikabarkan jika iklan sirup yang sering muncul di TV ini membelanjakan iklan hingga menembus angka setengah triliun rupiah.

Dilansir dari Merdeka.com (19/07/15),berdasarkan survei yang dilakukan Adstensity, platform riset digital dari PT. Sigi Kaca Pariwara selama Ramadan tercatat brand Marjan (Marjan Melon dan Marjan Coco Pandan) yang paling royal melakukan belanja iklan TV dengan angka mencapai Rp 428,190 milliar. Belanja iklan Marjan, naik dari posisi awal periode dua minggu sebelumnya yakni Rp 207,022 milliar.

Dengan pengeluaran sebesar itu, maka Marjan diyakini selama Ramadan, membelanjakan sedikitnya setengah triliun bila digabung dengan media lainnya. Untuk televisi saja, Marjan menguasai pangsa pasar pembelanjaan iklan sampai 6 persen dari total sekitar 300-an pengiklan.

Sebelumnya, Marjan telah memulai momentum Ramadan sejak 9 Mei 2015 lalu. Pada saat itu, Marjan mengeluarkan klip iklan terbaru bertema gadis Minang yang bermain sepak takraw.

Selain itu, bisnis penyedia jasa dan layanan hotel pun menjadi nomor dua yang getol membelanjakan iklannya. Seperti Traveloka, belanja iklannya terus meroket selama Ramadan, menembus Rp 156,017 milliar.

Padahal pada periode dua minggu sebelum Ramadan belanja iklan Traveloka hanya mencapai Rp 17,011 milliar. Uniknya total belanja iklan industri tour & travel selama Ramadan hanya mencapai Rp 163,224 milliar. Hal ini berarti bahwa 95 persen belanja iklan industri tour & travel disumbang oleh Traveloka.

Kemudian peringkat ketiga adalah Dancow 1+. Meskipun bukan produk untuk kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri, belanja iklan untuk produk ini mencapai Rp 148,663 miliar. Jumlah yang jauh lebih besar dibanding total belanja sektor industri otomotif yang hanya mencapai Rp 121,424 milliar.

WHAT TO READ NEXT ?