CONNECT WITH US
Firli Firlani |
 6 Februari 2016 23:00

Anti peretasan, otak akan jadi password di masa depan

Sejauh ini para peneliti tidak menemukan cara untuk meretas sistem tersebut.

Anti peretasan, otak akan jadi password di masa depan

Techno.id - Sudah banyak teknologi yang membantu untuk mengamankan data seperti sensor sidik jari, pemindai retina, dan lainnya. Walaupun begitu, tetap saja peretasan dan pencurian data masih bisa dilakukan terhadap teknologi ini.

Kendati begitu ada sebuah teknolog yang dikatakan tidak dapat diretas yakni menggunakan pemindaian otak. Dilansir oleh BGR.com (05/01/16), ilmuwan di Binghamton University mengembangkan sebuah teknologi yang disebut BrainPrint.

Teknologi ini menggunakan sebuah topi electroencephalogram (EEG) yang menyajikan 500 gambar dengan kecepatan dua gambar per detik. Dengan mempelajari respon otak, perangkat lunak pada teknologi memilih satu orang dengan tepat dengan akurasi 30-100 persen.

"Saat mengambil ratusan gambar, setiap orang akan merasa berbeda sehingga Anda dapat dengan akurat mengidentifikasi siapa orang itu dengan melihat aktivitas otak mereka," ujar Sarah Laszlo, peneliti dikutip dari BGR.com.

Sejauh ini, para peneliti masih belum mempelajari apakah sistem ini dapat diretas. Sehingga dikatakan teknologi ini paling aman untuk dijadikan password di masa depan. Walaupun begitu, penelitian ini masih terus dilakukan untuk penyempurnaan.

WHAT TO READ NEXT ?