CONNECT WITH US
Denny Mahardy |
 20 Oktober 2015 20:00

Bosan dijajah, pelaku startup Indonesia rencanakan kebangkitan

"Kita maunya setiap tahun bakalan ada 200 startup berkualitas lewat proses inkubasi dan pendampingan yang tepat..."

Bosan dijajah, pelaku startup Indonesia rencanakan kebangkitan

Techno.id - Masyarakat Indonesia selama dijadikan pasar bagi kebanyakan produk teknologi dari seluruh dunia. Kondisi itu membuat para pelaku startup teknologi di Indonesia merasa prihatin dan berinisiatif untuk menggerakkan kebangkitan startup Indonesia.

Yansen Kamto, Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia, salah satu inkubator startup lokal mengungkapkan mimpinya menjadikan Indonesia sebagai lokasi lahirnya startup berkualitas. Ia menyebutkan program ini bakalan melahirkan lebih dari 1.000 startup berkualitas dari Indonesia.

“Targetnya 1.000 startup itu total di tahun 2020. Kita maunya setiap tahun bakalan ada 200 startup berkualitas lewat proses inkubasi dan pendampingan yang tepat supaya bisa berkembang dengan baik,” kata Yansen di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Lebih lanjut, Yansen mengaku sudah menyiapkan teknis pelaksanaan supaya programnya dalam membidani 1.000 startup Indonesia di tahun 2020 tersebut. Pengembangan tersebut bakalan dilakukan secara terpadu mulai dari dasar (grassroot) hingga rampung.

“Kita akan tampung 8.000 ide mentah, terus kita akan lakukan workshop  supaya idenya terealisasi di hands-on. Abis itu kita akan buatkan hackathon biar mereka membentuk tim dengan hasil produk setengah jadi, lalu pendampingan terus sampai jadi dan siap dilepas ke publik sampai dapat pendanaan dan berkembang,” imbuh Yansen.

Mimpi besar Yansen itu ternyata sudah dikomunikasikan dengan beberapa inkubator lokal lain yang juga peduli terhadap kondisi industri teknologi Indonesia yang terjajah produk asing. Bahkan, pemerintah disebutkan telah memberikan dukungan terhadap rencana 1.000 startup Indonesia di 2020 itu.

“Kita maunya ada perubahan di industri startup Indonesia. Selama ini kita cuma dianggap pasar saja, padahal kita punya potensi yang lebih besar dari sekedar jadi pasar produk perusahaan global. Sekarang waktunya kita jadi produsen,” ungkap Yansen saat ditemui tim Techno.id.

WHAT TO READ NEXT ?