CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 13 Januari 2016 18:00

Salah satu fitur di iPhone bisa bantu Anda cepat tidur

Fitur pada iOS 9.3 beta ini dapat mengubah warna cahaya layar iPhone menjadi lebih bersahabat dengan mata.

Salah satu fitur di iPhone bisa bantu Anda cepat tidur

Techno.id - Selama ini, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa tidur sambil memainkan smartphone itu justru membuat mereka sulit tidur. Padahal, orang-orang tersebut berharap dengan memainkan smartphone akan lebih cepat terlelap. Namun, nyatanya tak demikian.

Menurut penelitian yang dilakukan para ilmuwan di Brigham dan Rumah sakit wanita di Boston, membaca berita di perangkat elektronik (gadget) sebelum tidur dapat mengganggu jam sirkadian tubuh. Hal ini akan menjadikan seseorang lebih sulit memejamkan mata dan mudah lelah keesokan harinya.

Untunglah, Apple sudah mengetahui jalan keluar dari kebiasaan tersebut. Mereka mencoba membantu penggunanya cepat tidur dengan fitur terbaru yang dihadirkan pada iOS 9.3, yaitu Night Shift. Nah, fitur ini memungkinkan pengguna mengubah suhu warna layar biru menjadi kuning untuk meringankan ketegangan pada mata.

Sekadar info saja, spektrum cahaya biru pada layar smartphone dapat memperlambat produksi hormon melatonin atau hormon yang memberi sinyal pada otak untuk tidur. Jadi, jika layar smartphone Anda masih berwarna biru maka hormon tadi tak akan meminta Anda untuk segera tidur.

Oleh sebab itu, Night Shift pada iOS 9.3 ini akan mengurangi cahaya berwarna biru dan menambah cahaya hangat berwarna kuning. Tujuannya, agar hormon melatonin dapat bertambah dan membuat pengguna lebih cepat tidur.

Selain itu, perubahan warna ini dapat dibuat otomatis menyesuaikan waktu terbit dan terbenamnya matahari atau mengatur jadwal secara manual. Nantinya, jika iOS 9.3 beta sudah dirilis ke publik, Anda dapat menjalankan fitur tersebut di menu Setting > Display & Brightness > Blue Light Reduction. Untuk saat ini, hanya kalangan pengembang saja yang dapat mencobanya, seperti yang dilaporkan oleh Mashable (13/01/2016).

WHAT TO READ NEXT ?