Dua aplikasi chatting gratis ini bisa mencuri data WhatsApp, segera hapus sebelum kamu jadi korban

foto: freepik.com/fellownekocat
Techno.id - Jika kamu memiliki aplikasi obrolan gratis BingeChat dan Chatico, sebaiknya segera dihapus dari perangkat kamu. Sebab, berdasarkan penelitian perusahaan keamanan digital global, ESET baru-baru ini, kedua palikasi tersebut telah terinfeksi spyware GravityRAT.
Malware GravityRAT yang diperbarui yang ditemukan pada kedua aplikasi chatting tersebut dapat mencuri cadangan data WhatsApp pengguna. Selain itu malware ini juga dapat menghapus file dari jarak jauh.
Faktanya, GravityRAT yang telah digunakan sejak tahun 2015, dapat mengambil informasi perangkat seperti IMEI, alamat IP, nomor telepon, lokasi perangkat, dan lain sebagainya, termasuk daftar kontak, alamat email, serta log panggilan dan teks.
Seperti dilansir laptopmag.com, penyusupan malware ini di kedua aplikasi chatting tersebut diperkirakan sudah berlangsung sejak Agustus 2022. Namun masih berdasarkan ESET, satu aplikasi chatting tersebut sudah tidak aktif lagi, sementara satu lainnnya masih aktif.
Sebagai informasi, kedua aplikasi obrolan gratis tersebut menyamar sebagai platform dengan fungsionalitas perpesanan untuk memikat pengguna masuk ke dalam perangkap mereka. BingeChat saat ini masih menjadi ancaman, sedangkan Chatico sudah tidak aktif.
Para peneliti ESET menemukan situs web tempat seseorang dapat mengunduh BingeChat yang tidak pernah tersedia melalui Google Play Store. Yang menarik, para peneliti memperhatikan bahwa pendaftaran diperlukan untuk mengunduh aplikasi berbahaya itu.
Lucunya, pendaftaran ditutup ketika ESET sedang menyelidiki BingeChat. Para peneliti menduga bahwa para pelaku kejahatan hanya membuka pendaftaran ketika ada korban dengan alamat IP tertentu, geolokasi, dan fitur pengenal lainnya. Intinya, calon korban sangat ditargetkan.
Ternyata, BingeChat adalah versi trojan dari aplikasi Android sumber terbuka yang disebut OMEMO Instant Messenger. Sementara Chatico didukung kode berbahaya yang sama dengan aplikasi BingeChat dan didistribusikan melalui situs web juga, yang dikomunikasikan dengan server perintah dan kontrol.
Karena itu sebaiknya kamu jangan pernah mengunduh aplikasi yang berada di luar Google Play Store. Nah jika kamu masih memiliki BingeChat atau Chatico di ponsel, segera hapus.
RECOMMENDED ARTICLE
- 7 Cara meningkatkan keamanan perangkat Windows, jangan download software bajakan
- Google blokir 11 aplikasi dari Play Store gara-gara virus Trojan, segera hapus!
- Google gandeng Samsung untuk mengatasi bug layanan di Android, bikin HP makin hemat baterai dan RAM
- Trojan Fleckpe mulai serang pengguna Google Play, virus bikin saldo pengguna terkuras habis
- 6 Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah HP kamu terjangkit virus
HOW TO
-
Cara balik ke versi desain sebelumnya di Canva, sekali klik pusing langsung hilang
-
Trik hentikan charging HP Samsung di 80% biar kesehatan baterai terjaga, ini alasan di baliknya
-
20 Shortcut keyboard Canva yang bikin desain lebih cepat, biasanya selesai sejam bisa 30 menit aja
-
Cara mudah mengeringkan headphone TWS yang basah, jangan langsung colok ke charger!
-
Cara konversi file PDF ke DOC tanpa internet di Android, pakai trik ini tanpa ribet
TECHPEDIA
-
Bisakah dapat Robux di Roblox secara gratis? Ini 10 faktanya agar tidak tergoda penipu
-
Detik-detik gelombang radio lawan sensor Jepang dan siarkan proklamasi kemerdekaan RI ke penjuru dunia
-
8 Penyebab charger ponsel mudah panas, jangan pakai adaptor abal-abal yang berbahaya!
-
Cara kerja peringatan dini tsunami Jepang, bisa deteksi bencana 10-20 detik sebelum datang
-
5 Tanggal Steam Sale paling populer yang termurah, game harga ratusan ribu bisa dapat diskon 90%
LATEST ARTICLE
TECHPEDIA Selengkapnya >
-
Bisakah dapat Robux di Roblox secara gratis? Ini 10 faktanya agar tidak tergoda penipu
-
Detik-detik gelombang radio lawan sensor Jepang dan siarkan proklamasi kemerdekaan RI ke penjuru dunia
-
8 Penyebab charger ponsel mudah panas, jangan pakai adaptor abal-abal yang berbahaya!
-
Cara kerja peringatan dini tsunami Jepang, bisa deteksi bencana 10-20 detik sebelum datang