CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 26 Februari 2016 20:00

Peduli kesehatan, Google Deep Mind akuisisi pembuat software Hark

Hark software produktivitas untuk me-manage pelbagai laporan atau tugas yang berbasis di Inggris.

Peduli kesehatan, Google Deep Mind akuisisi pembuat software Hark

Techno.id - Google Deep Mind, salah satu divisi bisnis Alphabet yang bergerak di bidang penelitian tersebut kabarnya telah mengakuisisi perusahaan pembuat software Hark. Hark merupakan software produktivitas ciptaan Profesor Ara Darzi dan Dr Dominic King dari Imperial College London yang dapat membantu perusahaan atau sebuah lembaga mengatur laporan apa pun.

Sebagaimana dilansir oleh TalkAndroid (25/2/16), kepemilikan atas Hark diduga akan memudahkan Google Deep Mind membuat software kesehatan yang terintegrasi. Pasalnya, Hark dapat membantu Google Deep Mind mengumpulkan, membuat, dan mengorganisir laporan kesehatan dari sebuah lembaga kesehatan dengan lebih rapi dan teliti yang berdampak pada makin cepatnya proses penanganan pada pasien.

Dengan Hark, semua yang berkaitan dengan laporan kesehatan pasien bisa diakses via smartphone saja. Selain itu, dalam sebuah uji Hark sudah terbukti mampu meningkatkan respon petugas medis dalam menangani kasus penyakit sebesar 37 persen.

Selain mengakuisisi Hark, Google Deep Mind juga dilaporkan tengah meningkatkan kemampuan dari aplikasi Stream-nya. Aplikasi ini sendiri merupakan software mobile yang dikembangkan dan diuji coba bersama dengan Rumah Sakit Royal Free, Inggris untuk menyediakan informasi yang tepat dan akurat terkait deteksi kasus ginjal akut.

Dengan peningkatan kemampuan ini, aplikasi Stream kabarnya dapat membantu petugas medis untuk meninjau hasil tes darah dari pasien yang berisiko terserang penyakit ginjal akut dalam hitungan detik saja. Dengan kecepatan analisis ini, aplikasi dilaporkan bakal memudahkan petugas medis untuk mengatur rentang keakutan penyakit yang dialami pasien sehingga bisa memprioritaskan mana saja pasien terjangkit penyakit yang harus terlebih dahulu ditangani.

WHAT TO READ NEXT ?