CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 23 April 2016 05:00

Bukan pemuka agama, ini pihak penentang film porno virtual reality

Rumah bordil di Amerika Serikat menilai VR hanyalah gimmick, sentuhan manusia sesungguhnya masih dibutuhkan.

Bukan pemuka agama, ini pihak penentang film porno virtual reality

Techno.id - Awal tahun ini, publik tiba-tiba dicekoki penggunaan unik virtual reality (VR), yakni untuk menikmati konten dewasa. Salah satu produsen film porno virtual reality, VR Bangers, pun berinisiatif untuk membawa teknologi ini lebih jauh. Mereka sebelumnya telah dirumorkan bekerja sama dengan pabrik VR headset AuraVisor untuk menawarkan layanan berupa menikmati VR porn di dalam kamar hotel.

Ide bisnis semacam ini ternyata langsung mendapat tentangan. Bukan pemuka agama yang melayangkan protes, tetapi salah satu rumah bordil legal di AS.

"Secara garis besar, menikmati film porno di virtual reality itu terlalu aneh. Saya tidak memahaminya karena hal itu mengisyaratkan kesepian," terang Dena, manajer lokalisasi Sheri's Ranch.

Wanita itu menuturkan pada TheGuardian.com (20/04/16) bahwa ia sangat tertarik dengan teknologi dan sudah mencoba menyelaraskan bisnisnya ini sesuai perkembangan zaman, contohnya dengan memanfaatkan webcam. Akan tetapi, ia menilai film porno berbasis VR bukanlah yang manusia butuhkan.

"Kita membutuhkan kontak langsung dengan manusia. Ini bukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi kebutuhan mendasar," katanya. Dena pun menilai VR porn tak lebih dari sekadar gimmick dan tidak bisa menggantikan kebutuhan seksual manusia.

Setujukah Anda dengan argumen ini?

WHAT TO READ NEXT ?