CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 14 Januari 2016 10:00

Buat divisi baru, bukti Google serius garap bisnis virtual reality

Mulai saat ini, akan ada divisi baru di perusahaan yang akan fokus membuat perangkat VR.

Buat divisi baru, bukti Google serius garap bisnis virtual reality

Techno.id - Google nampaknya sudah sangat serius menggarap bisnis virtual reality-nya. Buktinya, di awal tahun 2016 ini perusahaan asal Mountain View tersebut dilaporkan telah membuat divisi baru di perusahaan yang khusus mengurusi masalah virtual reality.

Seperti dikutip dari Re/Code (12/1/16), Google telah menunjuk Clay Bavor mantan Vice President of Product Management Google sebagai kepala divisi baru untuk divisi baru ini. Bavor dipilih karena kecakapannya memimpin proyek pengembangan dan desain beberapa aplikasi besutan Google, termasuk Gmail dan Google Drive.

Clay Bavor, Head of Google VR
© 2016 The New York Times/Peter Earl McCollough

Nah, untuk menggantikan posisi lama Bavor, Google kabarnya telah menunjuk Diane Greene. Greene merupakan co-founder VMware yang direkrut oleh Google beberapa waktu lalu untuk menduduki posisi head Google cloud computing division.

Sekadar informasi, langkah Google untuk serius dengan bisnis virtual reality ini memang terkesan lambat. Perusahaan yang kini dipimpin oleh Sundar Pichai itu memang baru terlihat serius menggarap bisnis virtual reality setahun belakangan.

Di mulai saat Mei tahun 2015 lalu ketika perusahaan mengumumkan kemitraan dengan GoPro untuk mendukung tampilan 360 derajat di perangkat virtual reality-nya. Lalu, pada November 2015 kemarin saat layanan video YouTube mengumumkan dukungan terhadap video virtual reality.

Sementara itu, berbeda dengan Google yang baru memulai divisi bisnis untuk mengurus perangkat VR, Facebook sang kompetitor Google telah berhasil selangkah lebih maju dengan rencana merilis perangkat VR-nya Oculus Rift tahun ini. Oculus Rift sendiri merupakan perangkat VR buatan perusahaan yang berhasil diakuisisi Facebook pada 2014 lalu. Kini, produk itu telah siap dilepas pada akhir kuartal pertama 2016 ini dan sekarang masyarakat sudah bisa membelinya secara pre-order.

WHAT TO READ NEXT ?