CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 7 Maret 2016 19:00

Kalau mau bikin startup, perlukah punya banyak pegawai?

Sebenarnya tidak perlu kalau masih awal. Kuncinya, berdasarkan pengalaman Steve Stanley, adalah memiliki SDM yang tepat.

Kalau mau bikin startup, perlukah punya banyak pegawai?

Techno.id - Startup pada dasarnya bergerak berkat kerja sama tim. Memang, beberapa orang bisa menangani kebutuhan startup-nya sendirian. Namun kalau Anda adalah pendiri startup yang tidak memiliki pegawai, bisa diartikan Anda hanya membuat pekerjaan untuk Anda sendiri, bukan membangun dan mengembangkan bisnis yang bisa beroperasi tanpa Anda.

Topik terkait pegawai pun tak bisa dirumuskan terlalu sederhana. Ada banyak pertimbangan dalam memilih pegawai, terlebih untuk startup yang baru dibuat. Steve Stanley, CEO sekaligus founder KebunBibit, bersedia membagikan secuil tips saat membangun startup-nya pada Techno.id.

Menurutnya, startup anyaran tak perlu mempunyai banyak pegawai dulu; sedikit saja yang penting berkualitas.

Ketika ditanya bagaimana perekrutan awal yang ia lakukan untuk KebunBibit dahulu, pria berambut gimbal itu menjawab, "Saya merekrut orang yang 'Superman'."

Ya, di awal kelahiran KebunBibit, ia menuturkan hanya dibantu oleh empat orang. Setiap dari mereka, termasuk Steve sendiri, memiliki kemampuan di beberapa bidang sekaligus, bukan spesifik. Hal ini dibutuhkan karena kinerja KebunBibit di awal-awal masih sporadis alias serabutan. Bahkan, dalam kesempatan tertentu, tak jarang mereka harus bekerja lebih dari 8 jam sehari.

"Mereka orang yang multifungsi, masing-masing punya minimal punya dua talenta," Steve mendeskripsikan secara singkat empat orang yang sudah membantunya sedari KebunBibit berdiri pada 2012 sampai sekarang itu.

Setelah startup mulai stabil, barulah berburu Sumber Daya Manusia (SDM) dengan spesialisasi diperlukan. KebunBibit, menurut Steve, baru bisa sampai di titik ini di tahun keduanya.

Kini, aktivitas KebunBibit disokong oleh sekitar 60 pegawai yang bekerja dalam tiga shift. Startup asal Malang itu sendiri sudah mampu menghasilkan revenue sebesar Rp500 juta per bulannya.

WHAT TO READ NEXT ?