Jalan panjang peserta jadi yang terbaik di Startup Sprint

Jalan panjang peserta jadi yang terbaik di Startup Sprint

Techno.id - Dalam rangka mengembangkan iklim industri teknologi di Surabaya, Start Surabaya dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk alias EMTEK berkerja sama menyelenggarakan Startup Sprint. Startup Sprint sendiri merupakan kompetisi bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi yang menciptakan solusi bermanfaat untuk menyelesaikan permasalahan di Indonesia.

Perlu Anda ketahui, untuk ikut serta dalam kompetisi ini para peserta diwajibkan membuat sebuah model bisnis digital baik berupa aplikasi maupun web yang istimewa dan berbeda. Nah, dari 103 peserta yang mendaftar, pihak panitia dilaporkan hanya meloloskan 25 tim dengan ide bisnis digital terbaik.

Adapun ke-25 tim tersebut adalah Foodsessive, Kingdom, Borrowland, Guru Kampus, Seekplan, Riliv, BantuTemuin, Redblood, MEEBER, Andong, Cari Sewaan, BJSC, Submeets, Pocket Money with Parent, Hepmee, Avnue, Iwak Seger, Mesinium, Main Bola, Masaku, OneTwo, Craftin Craft Media, Eureka Dream Project, BixBox, Cofresso.

Ke-25 tim peserta ini diagendakan bakal mengikuti rangkaian bootcamp berupa seminar dan workshop selama 2 hari, yakni tanggal 26 hingga 27 September 2015. Setelah mengikuti bootcamp, para finalis akan menjalani aktivitas berupa kombinasi workshop, seminar, konsultasi, serta pelatihan yang dibantu mentor dan fasilitator berpengalaman dari industri teknologi selama 1 bulan yakni dari bulan Oktober sampai November di Forward Factory.

Setelah satu bulan, peserta akan dikerucutkan menjadi 10 tim saja untuk kemudian kembali melakukan "magang" di Forward Factory selama bulan November hingga Desember 2015. Pasca berproses, pihak panitia kabarnya akan mengumumkan 3 startup terbaik yang lolos ke babak selanjutnya.

Ketiga startup terbaik tersebut dikabarkan akan mendapat pendanaan sebesar Rp50 juta dan 7 finalis lainnya akan mendapatkan bonus sebanyak Rp25 juta. Selain itu, ketiga startup terbaik berkesempatan untuk bertukar pengalaman dengan para pelaku industri teknologi kelas dunia di Sillicon Valley.

(brl/red)