CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 13 Maret 2016 15:00

Bunglon berusia 99 juta tahun 'abadi' di dalam batu

"Fosil semacam ini langka karena kulit dan tulang kadal kecil biasanya tidak awet, apalagi di daerah tropis."

Bunglon berusia 99 juta tahun 'abadi' di dalam batu

Techno.id - Seekor bayi bunglon yang terindentifikasi hidup 99 juta tahun lalu ditemukan. Walau tak lagi dalam keadaan bernapas karena sudah menjadi fosil yang terjebak di batu amber, penemuan makhluk berukuran 18 mm itu telah menorehkan sejarah. Yap, menurut ilmuwan, bunglon yang hidup di Zaman Kapur itu adalah bunglon tertua di dunia, mengalahkan temuan sebelumnya yang 'cuma' berusia 78 juta tahun.

Para peneliti menyambut baik kehadiran fosil ini. Sebelumnya, mereka belum pernah menemui kadal yang hidup di hutan tropis kuno. Yang lebih membahagiakan, fosil bunglon mungil itu terbilang utuh; cakar, gigi, hingga bantalan kakinya masih awet.

"Fosil semacam ini langka karena kulit dan tulang kadal kecil biasanya tidak awet, apalagi di daerah tropis. Itulah yang membuat fosil amber ini sangat langka dan perlu diversifikasi lebih lanjut," terang Edward Stanley, salah seorang peneliti spesimen tersebut dari University of Florida.

Fosil bayi bunglon di dalam batu amber berusia 99 juta tahun
© 2016 flmnh.ufl.edu / David Grimaldi

 

Demi mempelajari bunglon ini lebih lanjut, tim peneliti sudah memindai fosil tersebut ke model 3D tanpa mengeluarkan dari 'tempat tidurnya'. Rekonstruksi bunglon itu sudah menguak secuil informasi baru, seperti lidahnya yang mirip dengan bunglon modern dan juga berguna untuk menangkap mangsa.

Mengutip CNet.com (06/03/16), selain fosil bayi bunglon itu, ditemukan pula 11 spesimen kadal lain. Mereka kini menjadi koleksi American Museum of Natural History setelah disumbangkan oleh seorang kolektor. Menariknya, tiga di antara 12 spesimen itu berasal dari hutan tropis negara tetangga, Myanmar.

WHAT TO READ NEXT ?