Smartfren gandeng Alita lengkapi portfolio IoT untuk transformasi digital Indonesia

Smartfren gandeng Alita lengkapi portfolio IoT untuk transformasi digital Indonesia

Techno.id - Operator selular Smartfren dan PT Alita Praya Mitra mengumumkan kolaborasi strategis untuk memperkuat dan memperluas portfolio solusi teknologi Internet of Things (IoT). Melalui kolaborasi ini Smartfren berharap dapat membawa berbagai inovasi teknologi mutakhir yang bermanfaat mendukung transformasi digital di Indonesia.

CEO Smartfren for Business Tony Wijaya mengatakan, Alita memiliki keahlian dan sumber daya yang sangat kuat di bidang keamanan siber, teknologi jaringan, serta IoT. Karena itu ia yakin kombinasi antara keahlian tersebut dan kekuatan jaringan telekomunikasi Smartfren, akan sangat bermanfaat bagi berbagai perusahaan di Indonesia, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi digital dalam operasionalnya.

Sementara Direktur Utama Alita Praya Mitra, Teguh Prasetya, menandai kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam upaya bersama untuk menciptakan solusi digital yang inovatif dan kompetitif. Sinergi antara kedua perusahaan akan memadukan kekuatan Alita sebagai sistem integrator dalam bidang solusi infrastruktur jaringan dan solusi pintar berbasis IoT untuk medukung visi Smartfren mewujudkan transformasi digital melalui dukungan 100% Indonesia.

Dengan fokus pada solusi IoT seperti Smart Home, Smart City, Smart Healthcare, dan lainnya, serta penekanan pada keamanan siber, kemitraan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang dengan cepat.

Dalam kolaborasi ini, Alita akan menyediakan solusi IoT seperti GovTech, Smart Home, Smart City, Smart Healthcare, Smart Education, Smart Building, Smart Utilities, Smart Transportation serta solusi keamanan siber. Seluruh solusi tersebut dapat diakses pelanggan Smartfren Business dan digunakan sesuai dengan rencana, skala usaha, serta kebutuhan masing-masing. Beberapa diantaranya seperti penerapan teknologi otomasi atau digitalisasi untuk rumah sakit, kota pintar, pertanian dan berbagai vertikal industri lainnya.

(brl/red)