CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 8 Maret 2016 12:00

Fitur sidik jari Samsung dan Huawei terkecoh printer inkjet, kok bisa?

Peneliti asal MSU buktikan jika fitur sidik jari pada smartphone Samsung dan Huawei dapat dibobol dengan salinan sidik jari.

Fitur sidik jari Samsung dan Huawei terkecoh printer inkjet, kok bisa?

Techno.id - Baru-baru ini, peneliti asal Michigan State University (MSU) Amerika mengklaim telah menemukan cara pintas membobol fitur keamanan sidik jari pada smartphone Samsung dan Huawei. Menariknya, untuk membobol fitur keamanan sidik jari pada dua smartphone besutan pabrikan asal benua Asia itu para peneliti hanya membutuhkan kertas dan printer inkjet saja.

Sebagaimana dilansir oleh TechRadar (7/3/16), dalam sebuah video yang diunggah oleh pihak MSU ke YouTube nampak bahwa fitur keamanan yang diklaim tingkat tinggi itu mampu dibobol hanya menggunakan salinan sidik jari pengguna yang dicetak menggunakan printer inkjet.

Para peneliti dari MSU menjelaskan jika smartphone yang dilindungi sistem keamanan sidik jari dapat dibobol dengan mudah menggunakan salinan sidik jari pengguna yang dicetak menggunakan printer inkjet dengan tinta konduktif dan kertas gloosy. Perlu diketahui, tinta konduktif merupakan tinta khusus yang dapat menghasilkan sebuah objek cetak dengan bantuan listrik.

Nah, dengan menggunakan tinta konduktif itu gambar salinan sidik jari yang dihasilkan dapat menyerupai sidik jari betulan dengan resolusi yang tinggi. Gambar salinan sidik jari yang dicetak menggunakan printer inkjet itu pun dapat dengan mudah membuka smartphone Samsung yang terkunci dengan mode sidik jari.

Para peneliti menjelaskan jika hasil penelitian ini ditujukan agar pengguna smartphone lebih waspada dengan keamanan data di smartphone-nya. Pasalnya, meski telah menggunakan sistem keamanan yang diklaim terbaik saja, masih ada celah untuk membobolnya.

Perlu diketahui, dalam penelitian tersebut para peneliti menegaskan jika metodenya ini jauh lebih cepat dan murah dari metode pembobolan sistem keamanan sidik jari yang pernah dilakukan sebelumnya. Para peneliti juga mengungkapkan bila metode pembobolan sistem keamanan sidik jari ini ternyata tak berlaku pada smartphone besutan Apple, iPhone 5.

WHAT TO READ NEXT ?