CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 27 Januari 2016 23:00

Empat petinggi Twitter pergi, banyak pihak salahkan Jack Dorsey

Banyak pihak yang merasa kecewa dengan kepemimpinan Jack Dorsey selama ini.

Empat petinggi Twitter pergi, banyak pihak salahkan Jack Dorsey

Techno.id - Nampaknya banyak pihak yang merasa kecewa dengan kepergian empat petinggi Twitter secara bersamaan pada Minggu malam lalu. Mirisnya, kekecewaan itu pun ditujukan kepada Jack Dorsey, sang CEO yang baru memimpin Twitter sejak akhir tahun 2015 lalu.

Pria tampan yang juga pendiri Twitter itu dinilai oleh banyak pihak tak cukup berhasil memimpin Twitter.

"Seperti yang sudah sering dikatakan baik di TV, media cetak, maupun radio, Jack Dorsey tidak dapat menjalankan satu apalagi dua perusahaan sekaligus. Ia adalah orang yang tak cakap," kicau Ross Gerber, Chief Executive Gerber Kawasaki Wealth and Investment Management via akun Twitter pribadinya @GerberKawasaki.

Kekecewaan kepada Dorsey pun makin meningkat pasca nilai saham Twitter diumumkan turun sehari setelah pengumuman pengunduran diri katie Jacobs Stanton VP of Media, Kevin Weil VP of Product, Alex Roetter VP of Engineering, dan Brian 'Skip' Schipper VP of Human Resource.

"Dengan keadaan (saham) yang makin lama makin tak menentu ini, saya hanya berandai-andai mungkin sekarang waktu yang tepat IBM atau Oracle membeli Twitter," kicau seorang pengguna Twitter Alan Lepofsky melalui akun @alanlepo.

Sepertinya kekecewaan dari para pengguna ini pun berdampak pada tingkat simpati pengguna terhadap perusahaan. Thomson Reuters, analisis media sosial pun merilis hasil surveinya yang menyebutkan bahwa selama dua minggu terakhir sentimen terhadap Twitter terlebih Jack Dorsey tercatat menurun.

Hal ini, sebagaimana dikutip dari NDTV (27/1/16) ditengarai akibat turunnya saham Twitter ke titik terendah selama dipimpin oleh Dorsey dan tentunya hengkangnya empat petinggi Twitter secara bersamaan beberapa hari yang lalu.

Kendati banyak pihak menyalahkan Dorsey atas keterpurukan yang terjadi pada Twitter akhir-akhir ini, tapi tak sedikit pihak yang juga mendukung dan bersimpati dengan CEO yang menjabat mulai akhir tahun 2015 kemarin.

"Ini mungkin waktu yang sulit untuk @jack, tapi sebagai kepala perusahaan, saya menghargai kebesaran hati yang ditujukannya kepada mereka (para petinggi) yang memilih untuk hengkang dari perusahaan #respect," tulis Samson, Head of product innovation Synergy Marketing via akun @yeesamson.

WHAT TO READ NEXT ?