Ubah tarif, ini alasan Go-Jek

Ubah tarif, ini alasan Go-Jek

Techno.id - Kebijakan tarif baru yang dikeluarkan Go-Jek menyulut protes dari para pengemudinya. Keberatan dari para pengemudi pun kemudian melahirkan rencana demonstrasi supaya kebijakan penerapan tarif baru tidak dilakukan Go-Jek.

Perusahaan rintisan penyedia layanan transportasi itu mengaku menerapkan tarif Rp 3.000 per kilometer dari sebelumnya Rp 4.000. Nadiem Makarim selaku CEO Go-Jek menjelaskan alasan perusahaannya menerapkan tarif baru tersebut.

Menurutnya, langkah menurunkan harga tarif perlu dilakukan untuk mengamankan posisi bisnis yang bisa berdampak pada pengemudinya. Ia juga mengungkapkan perusahaannya tak mungkin menurunkan nilai subsidi yang diberikan kepada penggunanya.

"Kalau kami menurunkan subsidi ke pengguna, ini akan merugikan juga ke pengemudi. Kami melakukan ini agar driver terus mendapatkan order," jelas Nadiem sewaktu ditemui tim Techno.id di sela acara Tech in Asia Conference di Balai Kartini, Jakarta.

Kebijakan baru lain yang dikeluarkan Go-Jek ternyata tak hanya berlaku di tarif per kilometer melainkan juga di sisi bonus. Tadinya, setiap pengemudi bisa mengantongi uang tambahan Rp 50 ribu setelah mendapatkan 5 poin yang didapat dari layanan yang dilakukannya.

Sekarang, aturan itu diubah. Bonus sebesar Rp 50 ribu baru bisa didapat pengemudi apabila mereka telah berhasil mengumpulkan delapan poin dalam sehari.

Hingga saat ini, Go-Jek mengaku telah memiliki lebih dari 200 ribu pengemudi di seluruh Indonesia. Jakarta menjadi base terbesar dari ketersediaan pengemudi Go-Jek yang mencapai 100 ribu.

(brl/red)