CONNECT WITH US
Denny Mahardy |
 24 Februari 2016 20:00

Baru diperkenalkan, Orami sukses jaring investasi Rp 202 miliar

Investasi didapat dari Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), Gobu Partners, Ardent Capital, Velos Ventures dan co-founder Facebook Eduardo Saverin.

Baru diperkenalkan, Orami sukses jaring investasi Rp 202 miliar

Techno.id - Keberhasilan proses merger-akuisisi yang dilakukan dua perusahaan e-commerce Moxy dan Bilna melahirkan identitas baru, Orami. Meski baru diperkenalkan, Orami diklaim telah berhasil menjaring investor-investor di regional Asia Tenggara.

Perusahaan hasil perpaduan Moxy dan Bilna itu disebutkan mendapat suntikan investasi baru sebesar USD 15 juta atau setara Rp 202,7 miliar. Investasi ini didapat dari Sinar Mas Digital Ventures (SMDV), Gobu Partners, Ardent Capital, Velos Ventures dan co-founder Facebook Eduardo Saverin.

"Sebuah hal yang luar biasa, kami bisa bekerjasama dengan berbagai investor. SMDV dengan kekuatan lokalnya, Ardent Capital dengan jangkauannya yang luas di regional, Gobi Partners yang berpengalaman di social commerce dan ekonomi wanita serta tambahan kekuatan dari orang-orang hebat seperti Eduardo Saverin dan Velos Partner," papar Jeremy Fichet, CEO Orami.

Proses pendekatan yang dilakukan antara Moxy dan Bilna sebelum resmi bergabung tidaklah mudah. Negosiasi dan pembicaraan kedua perusahaan yang melibatkan para investor tersebut diklaim memerlukan waktu dua tahun hingga akhirnya mereka sepakat meleburkan diri dalam satu identitas Orami.

Orami beroperasi di kantor pusatnya yang berada di Jakarta. Pemilihan Jakarta sebagai basis utama Orami dikaeranakan perusahaan ini memutuskan untuk fokus mengembangkan bisnis e-commerce wanitanya di Indonesia. Sedangkan di Thailand, kantor perwakilan telah dibangun untuk mengurusi bisnisnya di sana.

Meskipun identitas Orami sudah diperkenalkan secara resmi, namun Bilna.com dan Moxy.co.th masih akan menggunakan domain lamanya. Perubahan alamat domain menjadi Orami.com baru akan dilakukan mulai kuartal kedua tahun 2016 ini dengan awak sekitar 500 karyawan.

WHAT TO READ NEXT ?