CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 1 Februari 2016 09:00

Facebook takut sama aplikasi blokir iklan

Facebook khawatir aplikasi blokir iklan akan menghambat pendapatan mereka.

Facebook takut sama aplikasi blokir iklan

Techno.id - Selama ini, pendapatan terbesar Facebook berasal dari iklan. Bahkan, Facebook sengaja menggunakan iklan sebagai sumber keuntungan dengan persentase 96 persen. Namun, belakangan ini Facebook mulai takut pendapatannya akan berkurang karena aplikasi blokir iklan sedang berkembang pesat, seperti yang dilaporkan oleh BusinessInsider (31/01/2016).

Terlebih, saat ini aplikasi semacam itu sedang giat-giatnya melakukan penyerangan pada perangkat PC. Facebook mencatat bahwa dampak yang paling merugikan dari aplikasi blokir iklan adalah PC. Tentunya, ini tak menutup kemungkinan bahwa aplikasi blokir iklan juga akan memblokir iklan di perangkat mobile secara keseluruhan.

Tahun lalu, Facebook memperbolehkan Apple melakukan pemblokiran iklan pada perangkat iPhone dan iPad. Hal tersebut kemungkinan besar juga berdampak besar pada pendapatan Facebook. Kalau Android juga ikut-ikutan memblokir iklan dari Facebook, bukankah ini akan membahayakan sistem perekonomian Facebook?

Ya, memang benar, Facebook belum lama ini telah menunjukkan hasil pendapatan keuangan mereka selama kuartal keempat tahun 2015. Dari situ, terlihat bahwa aplikasi blokir iklan telah memengaruhi semua sektor penting pendapatan Facebook. Maka tak heran, mengapa Facebook begitu cemas dengan sepak terjang aplikasi blokir iklan tersebut.

"Teknologi telah berkembang dan akan terus dikembangkan untuk memblokir tampilan iklan, terutama iklan pada perangkat PC. Kami menghasilkan hampir seluruh pendapatan dari iklan, termasuk pendapatan iklan dari PC. Kini, pendapatan iklan pada sektor PC telah dipengaruhi aplikasi blokir iklan dari waktu ke waktu. Akibatnya, bisa dipastikan bahwa hal tersebut akan berdampak pada keuangan kami. Terlebih jika aplikasi blokir iklan terus berkembang terutama untuk menyerang perangkat mobile, kemungkinan suatu hari nanti kami akan merugi," kata juru bicara Facebook.

WHAT TO READ NEXT ?