CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 20 Maret 2015 03:00

Ternyata, ini kelemahan vital televisi 4K yang belum ada obatnya

Karena UHDTV akan memakai mode streaming, pastinya menghadirkan gambar beresolusi 4.000 piksel jelas bukan hal yang mudah, apalagi di Indonesia.

Ternyata, ini kelemahan vital televisi 4K yang belum ada obatnya

Techno.id - Tentu saja setiap teknologi baru berpeluang besar untuk menarik massa yang luas, termasuk dengan televisi Ultra-High Definition (UHDTV). Teknologi yang satu ini memang sangat seksi di pasaran, mengingat visualisasinya yang terbaik sejagat saat ini serta harga yang sudah terjangkau. Namun, televisi 4K punya hal yang belum bisa disajikan pada konsumennya secara luas, yakni siaran langsung.

Ya, rencananya, UHDTV tidak akan didukung oleh sistem siaran analog lagi. Itu artinya, televisi beresolusi 4.000 piksel ini akan murni bergantung pada mode streaming.

Dengan kualitas yang ribuan kali lebih tinggi, UHDTV jelas membutuhkan bandwidth yang tak sedikit. Hal ini tentu menjadi masalah bagi daerah tertentu yang internet cepatnya masih menjadi sebuah mitos. Tayangan seperti pertandingan sepak bola maupun debat calon presiden yang biasa Anda saksikan langsung di televisi analog kemungkinan belum bisa dinikmati di UHDTV dalam waktu dekat.

Namun, janganlah terburu-buru mengurungkan niat untuk memboyong UHDTV. Pasalnya, beberapa uji coba telah dilakukan untuk memantapkan siaran langsung berkualitas Ultra HD. Terakhir, ada BT Sport yang melakukannya Januari 2015 silam saat menyiarkan pertandingan bola basket dari O2 Arena, London. Percobaan tersebut bisa dibilang sukses, meski ada beberapa catatan yang mesti diperbaiki, seperti optimasi waktu encoding serta kestabilan koneksi secara umum.

Menurut Paul O’Donovan pada Wired (25/2/15), evolusi dari sistem analog ke streaming memang memakan waktu yang tak sebentar. Akan tetapi setelah pergeseran sistem tersebut sudah bisa dijalankan, perpindahan ke teknologi yang lebih canggih lagi, seperti ke siaran beresolusi 8K atau lebih, tidak akan lama. Analis teknologi dan informasi dari Gartner tersebut juga memperkirakan bahwa penyesuaian ke UHDTV akan siap dalam beberapa tahun, mengingat biaya penyediaan satelit untuk UHDTV tak sebesar kabel dan router untuk sistem analog.

“Menurut saya, satelit akan mampu menyediakan konten 4K ke seluruh dunia sesegera mungkin," ungkap O'Donovan.

Semoga saja para konsumen UHDTV di Indonesia bisa lekas mencicipi keistimewaan televisi canggih tersebut, ya.

WHAT TO READ NEXT ?