CONNECT WITH US
Erick |
 22 Maret 2016 14:00

iPhone SE, penanda kembalinya ciri khas smartphone kebanggaan Apple?

Bagi sebagian orang, iPhone identik dengan ponsel berbody kotak kaku dan tebal. Apakah tren tersebut kembali dengan hadirnya iPhone SE ini?

iPhone SE, penanda kembalinya ciri khas smartphone kebanggaan Apple?

Techno.id - Berita peluncuran iPhone SE menyeruak di berbagai media. Banyak yang telah menanti dengan penasaran, seperti apa desain dan tampilan iPhone 4 inci tersebut. And here it is, semalam ponsel kebanggaan Apple tersebut resmi diluncurkan.

Sedikit meleset dari anggapan banyak pengguna produk Apple, iPhone SE tidak menggunakan body maupun berdesain seperti layaknya iPhone 6. Seperti yang telah diberitakan oleh AutoBlog pada hari Senin (21/03/16) lalu, iPhone terbaru ini tak ubahnya seperti iPhone 5s.

Perbedaan mendasar yang tampak adalah Retina Flash yang berada di dekat kamera. Selebihnya, perbedaan baru terasa ketika Anda memegang dan menggunakannya. Meski sama persis dengan iPhone 5s, namun performa SE jauh berbeda karena telah mengusung chipset A9 64 bit.

Perbandingan dimensi iPhone SE dan pendahulunya
© 2016 youtube.com/youtube.com

Peningkatan tersebut juga nampak pada daya tahan baterai yang lebih lama, karena kapasitasnya kini juga jauh lebih besar dibanding 5s. Sejumlah fitur batu pun sangat menarik untuk dilewatkan begitu saja, namun apakah Anda tertarik dengan body iPhone SE yang dikatakan 'recycle' dari iPhone 5s ini?

Sebenarnya Apple telah mendobrak tren desain dan dimensi smartphone yang semakin lama semakin besar saja. Apalagi jika Anda telah menggunakan iPhone 6s Plus, tentu kehadiran iPhone SE ini akan cukup mengejutkan. Terlebih lagi, desainnya sama persis dengan iPhone 5s yang rilis sejak tahun 2013 lalu.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah memang benar bahwa tren smartphone kembali mengecil? Ataukah Apple hanya tak ingin kehilangan identitas bahwa sesungguhnya iPhone identik dengan ponsel berdesain kotak kaku dan sedikit lebih tebal dibanding ponsel lainnya? Bagaimana menurut Anda sendiri?

 

WHAT TO READ NEXT ?