CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 20 Oktober 2015 14:00

Spotify jadikan Indonesia dan Jepang target operasi berikutnya

Spotify memilih kawasan Asia untuk meluncurkan layanan streaming musik terbarunya.

Spotify jadikan Indonesia dan Jepang target operasi berikutnya

Techno.id - Saat ini, Spotify memiliki 75 juta pelanggan (20 juta pelanggan berbayar) di lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Untuk kawasan Asia, layanan Spotify sudah diluncurkan sejak bulan April 2013 di negara Singapura, Hong Kong, dan Malaysia. Sayangnya, pasar streaming musik di sana perkembangannya relatif lambat. Bahkan, Spotify hanya menambahkan dua negara sejak peluncuran kala itu, yaitu Filipina dan Taiwan.

Mungkin hal ini dipengaruhi oleh persaingan pasar aplikasi musik yang terlalu sengit, terutama bersaing melawan Apple Music. Namun, Spotify tak akan tinggal diam dan mencoba untuk meningkatkan penggunanya dengan memperluas penyebarannya ke Indonesia dan Jepang. Dua negara tersebut diyakini memiliki peluang besar untuk perkembangan industri aplikasi musik, seperti yang dilaporkan oleh TechCrunch (19/10/15).

Alasan perusahaan Spotify memilih Indonesia karena Indonesia termasuk negara yang sedang mengalami kenaikan, khususnya pengguna smartphone. Negara yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa ini terlihat mengalami pertumbuhan penjualan smartphone sebesar 55 persen selama setahun terakhir. Selain penjualan smartphone, bisnis e-commerce di Indonesia juga sedang naik daun.

Sedangkan Jepang, negara ini memang sudah sejak lama menjadi target operasi Spotify. Jepang dapat dikategorikan sebagai lahan basah untuk industri musik karena di sana penjualan musik dalam bentuk kepingan CD masih sangat populer. Terlebih, lisensi musik di Jepang sangat diperhatikan. Hal ini menunjukkan pula bahwa Jepang termasuk negara yang memperhatikan pertumbuhan industri musik.

"Kami sedang mencari di mana-mana dan akhirnya memilih di Asia. Kami juga telah memiliki tim di Jepang untuk menghadirkan layanan ini, tetapi tanggal peluncurannya tidak bisa kami beritahukan," ungkap seorang juru bicara Spotify yang tak mau disebutkan namanya.

WHAT TO READ NEXT ?