CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 21 Juli 2015 10:19

Situs selingkuh Ashley Madison diretas, hacker curi 37 juta data user

Situs selingkuh online Ashley Madison diretas hacker dengan alasan ingin membongkar kasus kebohongan yang dilakukan situs tersebut.

Situs selingkuh Ashley Madison diretas, hacker curi 37 juta data user

Techno.id - Kejahatan cyber nampaknya sedang menyambangi salah satu situs kencan online Ashley Madison. Dilaporkan oleh SlashGear (20/7/15), keamanan situs yang menggaet para peselingkuh ini telah dibobol oleh sekelompok hacker dan berhasil mencuri sekitar 37 juta data penggunanya. Para hacker juga mengambil seluruh data pribadi serta catatan keuangan dari situs kencan Ashley Madison. Dalam peretasan ini, sang hacker mengancam akan menyebarkan data ke publik jika tuntutan mereka tidak penuhi.

Namun anehnya, para hacker yang menamai dirinya Impact Team ini tidak menuntut uang atau barang berharga sebagai jaminan keamanan data tersebut. Mereka lebih tertarik menutup situs kencan Ashley Madison. Sampai saat ini belum diketahui apa motif dari peretasan situs tersebut. Kemungkinan alasannya karena para hacker tidak ingin kasus perselingkuhan semakin tumbuh subur akibat adanya situs kencan Ashley Madison. Pasalnya, Ashley Madison tidak hanya menggaet pengguna yang jomblo saja, melainkan laki-laki dan perempuan yang sudah menikah juga dipersilakan untuk bergabung dan menjalin hubungan terlarang.

Noel Biderman, selaku CEO Aid Life Media, perusahaan yang menaungi Ashley Madison dan dua situs kencan serupa telah mengonfirmasi serangan ini. Dia mengatakan bahwa perusahaan akan bekerja keras untuk menghilangkan data pengguna yang telah diposting oleh para hacker. Data pengguna yang berhasil mereka curi di antaranya nama, alamat, kartu kredit, email, dan dokumen pribadi lainnya.

Sebenarnya, di balik peretasan ini ada maksud baik dari Impact Team. Dalam pesan yang disampaikan para hacker, mereka (Impact Team) ingin membongkar kebohongan situs kencan Ashley Madison yang katanya akan menghapus seluruh data pengguna ketika mereka (pengguna) menutup akun. Namun, yang terjadi justru Ashley Madison menyimpan data tersebut dan tak mengatakannya kepada pengguna. Padahal, pengguna sudah dikenai biaya sekitar Rp 255.000 untuk menghapus seluruh data pribadi dari server perusahaan.

WHAT TO READ NEXT ?