Lewat emoji ini, Durex berharap HIV dan AIDS tidak merajalela

Lewat emoji ini, Durex berharap HIV dan AIDS tidak merajalela

Techno.id - Menyambut peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2015, Durex secara vokal mengusulkan sebuah kampanye global yang berhubungan dengan seks aman. Merek yang terkenal sebagai produsen alat kontrasepsi itu ingin agar pihak pembuat emoji, Unicode, membuat sebuah emoji baru berbentuk kondom.

Usulan ini berkaitan dengan survei yang diadakan Durex sebelumnya. Penelitian itu menuntun pada sebuah kesimpulan bahwa emoji berperan penting terhadap komunikasi anak muda. Faktanya, ada 80 persen responden berusia 18-25 tahun yang mengaku bahwa mereka lebih mudah mengomunikasikan sesuatu lewat emoji. Bahkan, 84 persen dari total responden tersebut merasa lebih nyaman membicarakan seks dengan emoji.

Intinya, Durex berharap dengan adanya emoji kondom, masyarakat terutama remaja lebih menyadari pentingnya penggunaan kondom untuk melindungi diri dari ancaman seperti HIV dan AIDS.

Lewat emoji ini, Durex berharap HIV dan AIDS tidak merajalela

"Melihat begitu besarnya pengaruh pesan singkat dalam berkembangnya suatu hubungan saat ini, sebuah emoji seks aman resmi menjadi langkah sederhana yang memperkuat langkah ke depan dalam perlindungan yang lebih baik dari penyakit dan peningkatan kesehatan seksual," demikian terang Presiden Direktur Reckitt Benckinser Indonesia, Ratanjit Das, di rilis yang diterima Techno.id (20/11/15). Reckitt Benckinser sendiri adalah perusahaan induk dari Durex.

Jika Anda ingin mendukung iktikad Durex ini, Anda bisa menyebarkan hashtag #CondomEmoji di media sosial Anda selama bulan November. Diharapkan, ada 1 juta orang yang terlibat dalam kampanye ini, sehingga dukungan mereka bisa menjadi pertimbangan pengajuan resmi pembuatan emoji kondom pada Unicode 1 Desember nanti.

(brl/red)