CONNECT WITH US
Denny Mahardy |
 6 Januari 2016 10:00

Merasa dirugikan, ormas geruduk kantor Tokopedia

Ormas meminta agar Tokopedia bertanggung jawab atas penipuan kepada salah satu anggota GPI bernama Muhammad Ikhzan.

Merasa dirugikan, ormas geruduk kantor Tokopedia

Techno.id - Kantor Tokopedia.com diramaikan sekelompok massa yang mengatasnamakan Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya. Massa tersebut mendemo kantor startup sukses itu dengan tuduhan telah melakukan penipuan kepada konsumen.

Tuntutan yang dilayangkan demonstran itu berupa tanggungjawab agar Tokopedia bertanggung jawab atas penipuan kepada salah satu anggota GPI bernama Muhammad Ikhzan. Dalam aksi unjukrasa itu Ikhzan disebutkan masih belum menerima haknya meskipun telah melakukan pembayaran.

Dalam keterangan resminya (5/1/2016), GPI menyebut Tokopedia dengan slogan 'Aman dan Nyaman’ telah melakukan bohong besar. Kasus belum diterimanya pesanan Ikhzan diklaim jadi bukti kebohongan besar yang sudah dilakukan perusahaan yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison.

Irfan selaku Korlap Aksi dari GPI mengungkapkan kronologis transaksi pesanan Ikhzan yang membuatnya merasa tertipu. “Ikhzan sudah melakukan pemesanan barang BlackBerry 9105 seharga Rp 1,4 juta ditambah ongkos kirim Rp 33 ribu, totalnya Rp 1,433 juta dan sudah ditransfer ke rekening atas nama Tokopedia,” kata Irfan.

Pembayaran tersebut juga telah dikonfirmasi dengan nomor pembayaran: PYM/20151107/XV/XI/14545206 oleh Tokopedia. Sayangnya, barang yang dipesan sampai dengan saat ini belum juga diterima oleh pemesan. Sedangkan No. resi: BKIE400245668715 pengiriman JNE yang diberikan pada tanggal 12 November 2015 dinyatakan tidak valid setelah dicek.

GPI Jakarta Raya pun mengeluarkan tiga poin sebagai sikap atas kerugian yang dirasakan oleh Ikhzan selaku salah satu anggotanya. Dalam kesempatan ini, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya dan atas nama keselamatan seluruh rakyat Indonesia menyatakan sikap dan menuntut :

1. Tutup dan bubarkan PT.Tokopedia karena telah menjadi perusahaan penipu gaya baru.
2. Tangkap dan adili William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison beserta antek-anteknya.
3. Kepada seluruh rakyat Indonesia yang menjadi korban penipuan oleh Tokopedia. Silahkan mengirimkan pengaduan dan sertakan bukti-bukti ke alamat E-mail: pwgpi.jakartaraya@gmail.com.

 

WHAT TO READ NEXT ?