CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 13 Oktober 2015 10:00

ZTE Axon Mini gunakan sensor pemindai mata dan material pesawat

ZTE Axon Mini dibanderol dengan varian harga yang berbeda pada tiap daerah pemasarannya.

ZTE Axon Mini gunakan sensor pemindai mata dan material pesawat

Techno.id - Secara teknis, Huawei Mate S bukanlah smartphone pertama yang mengusung fitur Force Touch atau teknologi 3D Touch. Pasalnya, sejak bulan Juli lalu, ZTE Axon Mini sebenarnya sudah mempunyai semua spesifikasi tersebut, hanya saja dirinya tidak mengatakannya ke publik.

Sekarang, berhubung teknologi tersebut sudah banyak dimiliki oleh smartphone kelas atas (iPhone 6S dan iPhone 6S Plus), kini ZTE tak canggung lagi untuk memperkenalkannya ke beberapa negara. Rencananya, dalam beberapa minggu ini, ZTE Axon Mini akan dipasarkan di Tiongkok, kemudian berlanjut ke Hong Kong, Thailand, Singapura, Rusia, Jepang, India, Australia, Perancis, Jerman, Turki, Spanyol, dan Italia.

Melihat daftar tersebut, ada kemungkinan ZTE Axon Mini juga akan mampir ke Indonesia. Namun, hal itu belum bisa dipastikan karena tidak ada info resmi dari pihak ZTE. Meski begitu, Anda masih bisa berharap karena negara tetangga Indonesia seperti Australia dan Singapura juga kebagian jatah ponsel tersebut.

Di sisi lain, ada satu hal yang membuat ponsel ini menjadi istimewa, yakni sebuah sensor pemindai mata. Sensor ini nantinya dapat digunakan sebagai otentikasi sidik jari dan kontrol suara. Selain itu, ZTE Axon Mini bakal dibalut material kuat aluminium-titanium alloy yang biasa digunakan pada pesawat Boeing 787, seperti yang dikutip dari PocketNow (12/10/15).

Sedangkan untuk perfomanya, tak perlu diragukan lagi. Smartphone 5.2 inci ini akan menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 616 Octa-core dengan RAM 3GB dan ROM 32GB. ZTE Axon Mini juga akan mengadopsi kamera utama beresolusi 13MP dan kamera depan 8MP. Sayangnya, untuk daya tahan baterai, ZTE hanya membenamkan baterai berkapasitas 2.800mAh.

ZTE Axon Mini akan dijual dengan varian harga yang berbeda, tergantung daerah pemasarannya. Untuk negara Tiongkok, ZTE dibanderol dengan harga Rp 4,8 juta, sedangkan kawasan Eropa dan Asia-Pasifik sekitar Rp 5 juta. Sementara itu, untuk edisi premium (fitur Force Touch) akan diluncurkan dengan harga sekitar Rp 5,7 juta sampai Rp 5,9 juta.

WHAT TO READ NEXT ?