CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 30 Maret 2016 10:00

Smartphone termurah di dunia sedang diselidiki pihak berwajib

Perusahaan Ringing Bells sang pembuat smartphone murah sedang diselidiki oleh pihak kepolisian India.

Smartphone termurah di dunia sedang diselidiki pihak berwajib

Techno.id - Bulan lalu, dunia sempat dihebohkan dengan smartphone murah yang harganya tak sampai Rp 50.000. Ya, smartphone asal India bernama Freedom 251 ini diklaim sebagai smartphone termurah di dunia karena hanya dibanderol seharga Rp 49.250. Namun, karena harganya yang murah, smartphone tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Menurut laporan dari PhoneArena (28/3/2016), Kirit Somaiya, pemimpin Bharatiya Janata Party (partai politik terbesar di India) sudah menaruh curiga kepada perusahaan Ringing Bells sang pembuat Freedom 251. Kirit Somaiya saat itu tak percaya ada smartphone murah yang harganya tak sampai Rp 50.000.

Bahkan, dirinya sempat mengatakan bahwa Ringing Bells pada dasarnya hanya membodohi pelanggan saja. Pasalnya, tak mungkin perusahaan pembuat smartphone menjual smartphone murah seharga Rp 49.250 tanpa subsidi dari operator. Nah, dari sinilah Ringing Bells dituduh melakukan 'kecurangan' dan melanggar Pasal 420 IPC dan UU IT.

Sebelumnya, telah muncul kabar yang mengatakan bahwa smartphone Freedom 251 bukanlah smartphone asal India. Smartphone termurah di dunia tersebut sebenarnya rebranded dari smartphone Adcom Ikon 4 (smartphone buatan Tiongkok yang dijual seharga Rp 800 ribuan).

Hal tersebut juga telah dibuktikan oleh Vishal Mathur, jurnalis dari India. Saat itu, Vishal Mathur mengunggah bukti foto kepalsuan dari Freedom 251. Dari foto tersebut diketahui bahwa merek Freedom 251 yang terpampang di atas smartphone dapat dihilangkan hanya dengan menggoresnya. Parahnya lagi, tulisan Freedom 251 yang telah dihilangkan tadi ternyata adalah smartphone bermerek Adcom.

Kini, perusahaan Ringing Bells sedang diselidiki oleh pihak kepolisian India. Ringing Bells diminta untuk membuktikan apakah mereka telah melakukan tindakan yang ilegal atau tidak.

WHAT TO READ NEXT ?