CONNECT WITH US
Fendy Hananta Pratama |
 18 November 2015 15:00

Kelak kamera smartphone Anda bisa melihat di malam hari tanpa cahaya

MIT mulai mengembangkan teknologi night vision pada kamera smartphone.

Kelak kamera smartphone Anda bisa melihat di malam hari tanpa cahaya

Techno.id - Selama ini, mungkin hanya militer yang dapat melihat di malam hari, itu pun dengan bantuan kacamata night vision. Tapi mengapa, teknologi seperti itu hanya dimiliki oleh kalangan militer saja? Dari pertanyaan sederhana ini, sepertinya Massachusetts Institute of Technology (MIT) merasa bahwa teknologi tidak selalu adil pada semua lapisan masyarakat. Oleh karena itu, MIT mulai mengembangkan teknologi night vision pada kamera smartphone.

Ya, kelihatannya Anda semua sudah tahu bahwa kamera memiliki kinerja yang hampir sama dengan mata manusia. Mata hanya dapat melihat benda apabila benda tersebut disinari oleh cahaya dan sebaliknya jika tidak ada cahaya maka mata tak bisa melihat apa-apa. Berbeda dengan night vision, tanpa cahaya pun teknologi ini dapat melihat objek, selama objek tersebut memancarkan panas.

Nah, masalahnya sekarang, teknologi untuk mendeteksi panas itu sangat sulit disematkan pada kamera smartphone. Maka dari itu, sampai sekarang belum ada perusahaan smartphone yang memproduksi kamera smartphone dengan teknologi night vision. Namun, MIT tak mau menyerah, meski sulit, mereka tetap mencoba menciptakan kamera smartphone yang dapat melihat di malam hari.

Tim MIT mulai memecahkan persoalan itu dengan menggunakan lembar atom tipis berbentuk sarang lebah yang tersusun atas molekul karbon. Bahan ini, mereka namakan graphene yang biasa digunakan pada peralatan night vision. Graphene itu sendiri diyakini lebih kuat dari baja, transparan, dan fleksibel. Lalu, bagaimana MIT menyematkan bahan tersebut ke kamera smartphone?

Di sinilah rahasianya, mungkin semua vendor smartphone harus tahu tentang ini. Jadi, MIT mengatasi panas dari sensor dengan cara menambahkan strip pada graphene, sehingga menjadikan sensor mempunyai ruangan udara untuk membuatnya cukup dingin, seperti yang dilansir oleh AndroidAuthority (17/11/2015).

Sayangnya, teknologi hasil karya MIT ini belum selesai sepenuhnya. Namun, mereka akan meningkatkan teknologi ini dan mewujudkannya menjadi kenyataan, khususnya pada smartphone serta kendaraan dalam waktu dekat.

WHAT TO READ NEXT ?