CONNECT WITH US
Denny Mahardy |
 28 November 2015 20:00

Jajaki pasar 4G Indonesia, Hisense klaim tak cuma jualan

Hisense: Kami tak hanya ingin masuki pasar Indonesia untuk menjual produk, tapi juga berusaha membangun ekosistem 4G LTE

Jajaki pasar 4G Indonesia, Hisense klaim tak cuma jualan

Techno.id - Produsen gadget asal Tiongkok, Hisense mengaku punya misi khusus di Indonesia. Perusahaan itu mengklaim ingin ikut andil dalam proses pembangunan industri teknologi komunikasi berbasis 4G LTE (long term evolution) yang sedang menyedot perhatian banyak pihak.

Stephen Qu sebagai President Director Hisense Internasional Indonesia mengaku telah membentuk koalisi yang cukup mapan untuk mendukung keinginannya itu. Smartfren sebagai operator berbasis 4G dan Qualcomm sebagai pembuat chipset dan pengembang teknologi jaringan sudah masuk dalam koalisi tersebut.

"Kami bukan cuma mau masuki pasar Indonesia untuk menjual produk tapi juga berusaha membangun ekosistem 4G LTE yang baru saja dimulai. Hisense sudah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak yang pantas dirangkul mengembangkan industri 4G yakni Smartfren dan Qualcomm," kata Stephen.

Pria yang mengaku penuh ambisi itu juga memaparkan perusahaannya tak main-main soal ekspansi ke pasar Indonesia. Investasi dan riset telah dilakukan perusahaannya supaya mampu memenuhi kebutuhan dan harapan para pengguna gadget tanah air.

Dua produk andalan yang sudah diperkenalkan Hisense diklaim merupakan perangkat pertama miliknya yang dikembangkan dan didesain langsung di Indonesia. Perusahaan ini mengaku telah memiliki tim khusus riset dan pengembangan (R&D) demi melahirkan produk bagi pasar Indonesia.

Riset yang dilakukan tim R&D Hisense menemukan konsumen Indonesia sangat ingin memiliki smartphone dengan desain mirip iPhone (50%), Samsung (15%), ada slot SD Card, warna hitam atau putih, baterai yang bisa dilepas, dan kamera berkualitas.

"PureShot dan PureShot Plus memberikan semua itu. Bahkan, dengan banderol harga yang kami tawarkan, ini setara dengan produk yang dihargai Rp 5 juta hingga Rp 6 jutaan. Sekarang pengguna pintar, mereka baca spesifikasi dari smartphone kalau mau membeli, mereka sulit dibohongi sekarang," jelas Stephen.

Tak hanya itu, proses produksi Pureshot dan Pureshot Plus pun diakui telah dilakukan oleh manufaktur yang bertempat di Batam, Satnusa. "Manufaktur keduanya sudah dilakukan di Indonesia, kami bermitra dengan Satnusa untuk perakitannya. Lihat saja labelnya sudah buatan Indonesia," akunya.

Ke depannya, Hisense juga bakalan membentuk komunitas yang lebih solid yang dibentuk dari operator, pengguna, media dan pihak lainnya. "Hisense bakalan meluncurkan aplikasi Hi Club tak lama lagi. Saya ingin membawa value ke komunitas," tandas Stephen saat ditemui tim Techno.id beberapa waktu lalu.

WHAT TO READ NEXT ?