CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 20 Desember 2015 18:00

Beda dengan di kota, warga perbatasan baru bisa nikmati guna internet

Mulai membuat KTP dalam hitungan menit sampai mengetahui informasi nilai tukar mata uang, kini semua sudah bisa dilakukan warga Sebatik.

Beda dengan di kota, warga perbatasan baru bisa nikmati guna internet

Techno.id - Masyarakat di kota besar Tanah Air mungkin sudah tak mengenali lagi internet sebagai barang mewah. Sebab, internet sudah menjelma layaknya oksigen yang dihirup setiap harinya. Tak terasa, apa-apa yang dikerjakan kaum urban semuanya sudah terfasilitasi oleh internet, mulai dari melakukan video call dengan pacar via Skype, menonton klip band kesayangan di YouTube, hingga men-download super cepat berkat jaringan 4G.

Sayangnya, kisah serupa belum bisa diceritakan di wilayah perbatasan Indonesia. Di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, misalnya, barangkali masih layak menyebut internet seperti harta karun. Sebelum Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menahbiskan daerah itu sebagai Desa Broadband, hidup masyarakat di sana tak semudah sekarang.

"Banyak sekali manfaat yang didapat dari internet, mulai dari pelayanan publik yang cepat juga peningkatan ekonomi warga," aku Kepala Desa Balansiku, Firman Haji Latif, pada wartawan Antara (19/12/15).

Ia turut mencontohkan pelayanan publik yang dimaksud. Warga setempat kini bisa membuat KTP atau Kartu Keluarga dalam beberapa menit saja. Bahkan, tugas yang biasaya memakan waktu hingga 2 jam itu kini bisa diselesaikan dalam empat kali klik.

Dari segi ekonomi, masyarakat juga kebagian nikmatnya internet. "Para petani dan nelayan bisa mengetahui harga-harga dari produk mereka yang akan dijual dari internet," imbuhnya. Internet juga dipakai untuk mencari tahu nilai tukar Ringgit dengan Rupiah.

Ya, tentu Anda masih ingat kan kontroversi Sebatik yang sempat diakui sebagai wilayah Malaysia karena saking dekatnya daerah itu dengan batas negara Malaysia?

Sementara bagi para pelajar, internet sangat membantu mereka untuk mengerjakan tugas dari sekolah dan menyerap informasi baru. Firman mengatakan setiap harinya, warga bisa menggunakan internet gratis di balai desa sembari memanfaatkan tiga unit PC yang disediakan Kemkominfo.

Desa Balansiku adalah salah satu dari tiga desa di Indonesia yang menjadi proyek percontohan Kemkominfo dalam proyek Desa Broadband. Selain Balansiku, dua desa lain berada di daerah Merauke, Papua, dan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

WHAT TO READ NEXT ?