CONNECT WITH US
Ulwan Fakhri Noviadhista |
 19 April 2016 17:00

Inikah saat yang tepat untuk berhenti pakai ponsel BlackBerry?

CEO BlackBerry relakan privasi user-nya diobok-obok pemerintah. Namun, ia menilai ini masih berada di batas wajar.

Inikah saat yang tepat untuk berhenti pakai ponsel BlackBerry?

Techno.id - Beberapa hari lalu, tersiar kabar bahwa BlackBerry telah membantu pihak Kepolisian Kanada untuk mengintersep dan mendekripsi lebih dari 1 juta pesan terenkripsi yang dikirim lewat BlackBerry Messenger (BBM). Menurut laporan TheVerge.com (14/04/16), aktivitas ini sudah dilakukan pada 2010 sampai 2012 untuk kepentingan investigasi kriminal.

Ini adalah suatu hal yang ironis, mengingat BlackBerry selama ini disebut sebagai satu dari segelintir smartphone yang aman. Bahkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun memakai ponsel BlackBerry, bukan Android atau iPhone yang dibuat oleh AS sendiri. Namun nampaknya, jaminan keamanan itu tak berlaku kalau BlackBerry sedang berhadapan dengan pemerintah.

John Chen, sang CEO, mengakui keterlibatan BlackBerry dalam hal ini. Akan tetapi dalam pernyataannya yang diunggah di blog resmi BlackBerry (18/04/16), Chen menilai hal ini masih berada di tahap wajar dari prinsip akses mereka. Prinsip ini selaras dengan apa yang sudah Chen ucapkan tahun lalu, bahwa perusahaan teknologi harusnya memberikan akses ketika diminta, terlebih oleh pemerintah.

John Chen, CEO Blackberry
© 2015 huffingtonpost.ca

 

Dalam tulisan itu, Chen turut mengklaim jika BlackBerry Enterprise Server (BES) sama sekali tidak dilibatkan dalam hal ini. Bahkan software yang tertanam di ponsel BlackBerry tersebut tetap tidak punya akses backdoor dan masih layak dibilang sebagai platform mobile teraman saat ini.

Namun perlu dipahami, jika apa yang dilakukan oleh BlackBerry ini berseberangan dengan prinsip Apple. Perusahaan Cupertino itu begitu gigih memperjuangkan enkripsi dan menolak permintaan FBI untuk meng-unlock iPhone pelaku teror San Bernardino. Tim Cook meyakini permintaan FBI tersebut terlalu berbahaya dan bisa mengancam privasi user.

WHAT TO READ NEXT ?