CONNECT WITH US
Indra Zakaria |
 2 Desember 2015 12:00

Wikipedia siap pekerjakan Artificial Inteligence untuk edit informasi

Penggunaan AI ini diharapkan bisa menekan tingkat ke tidak validan sebuah informasi yang diinput ke sistem.

Wikipedia siap pekerjakan Artificial Inteligence untuk edit informasi

Techno.id - Baru-baru ini tim dibalik Wikipedia dikabarkan tengah mengembangkan sebuah Artificial Inteligence alias AI yang dapat secara otomatis menganalisis kebenaran informasi yang disajikan di situs ensiklopedia online terbesar dunia tersebut. AI bernama Objective Revision Evaluation Service atau ORES tersebut kabarnya dapat meringankan kerja editor yang selama ini bekerja secara sukarela untuk mengedit update informasi yang masuk ke redaksi setiap harinya.

Seperti dilansir oleh Wired (1/12/15), AI buatan Aaron Halfaker seorang peneliti senior di Wikimedia Foundation tersebut nantinya bekerja dengan cara mengkategorikan informasi yang masuk berdasar kata-kata tertentu, varian kata-kata tertentu atau pola pengetikan tertentu. Jadi, saat ada kata dalam sebuah informasi yang dicurigai tak sesuai maka secara otomatis sistem akan menolak input informasi tersebut.

Sayangnya, rencana pihak Wikipedia ini justru menimbulkan kekhawatiran para pekerja editingnya alias para editornya. Mereka mengira dengan kehadiran AI ini, maka pekerjaan editing informasi yang selama ini dikerjakan oleh seorang editor yang notabene adalah manusia akan digantikan seluruhnya oleh mesin pembelajaran tersebut.

Menjawab keresahan tersebut, Halfaker si pencetus mengungkapkan jika ORES justru dibuat untuk membantu editor pemula melakukan proses editing dengan mudah. Menurut Halfaker, AI tak akan bisa bekerja dengan sempurna layaknya manusia. Oleh karena itu, penggunaan AI untuk melakukan proses editing informasi yang hampir setiap hari masuk ke redaksi Wikipedia ini diungkapkan Halfaker masih memerlukan sentuhan manusia.

"Penggunaan AI ini sangat membutuhkan sentuhan manusia karena pada dasarnya ORES memang dibuat awalnya untuk tujuan tersebut," pungkas Halfaker.

WHAT TO READ NEXT ?