Waze ukur kepuasan pengemudi lewat Driver Satisfaction Index

Waze ukur kepuasan pengemudi lewat Driver Satisfaction Index

Techno.id - Layanan navigasi mobile, Waze dilaporkan baru saja melakukan pengukuran kepuasaan pengguna melalui Driver Satisfaction Index. Uniknya, Driver Satisfaction Index besutan Waze ini menggunakan indikator penilaian yang belum pernah ada sebelumnya.

Dalam siaran pers yang diterima Techno.id (13/10/15), layanan navigasi paling populer saat ini tersebut kabarnya menggunakan indikator pengalaman pengemudi dengan menyertakan mood dan mentalitas di kota-kota berbeda dan negara di seluruh dunia. Total ada enam indikator yang digunakan yakni, traffic level berdasar frekuensi dan tingkat keparahan kemacetan lalu lintas, kualitas dan infrastruktur jalan, keamanan pengemudi berdasarkan kecelakaan karena bahaya di jalan atau cuaca, layanan pengemudi seperti akses ke SPBU dan kemudahan untuk mencari lahan parkir, socio-economy termasuk akses ke mobil dan dampaknya ke harga bahan bakar, serta Wazeyness atau tingkat bantuan dan kepuasaan dalam komunitas Waze.

Melalui Driver Satisfaction Index ini, Waze dilaporkan mengevaluasi pengalaman mengemudi lebih dari 50 juta pengguna di 32 negara dan 167 area. Selain itu, Driver Satisfaction Index ini juga menggunakan penilaian numerik tunggal mulai dari memuaskan atau jika dalam bentuk angka maka menjadi 10 dan menyebalkan atau dalam bentuk angka menjadi 1.

Waze ukur kepuasan pengemudi lewat Driver Satisfaction Index

Indonesia pun tak luput dari pengukuran yang dilakukan oleh Waze ini. Dari rilis data yang ada, Indonesia dilaporkan memperoleh skor 3,7 most satisfaction index untuk tingkat kepuasan pengemudi dari skor maksimum 10. Untuk indeks keamanan pengemudi yang menghitung jumlah kecelakaan, bahaya yang dilaporkan, dan juga kondisi cuaca yang membuat jalanan aman untuk dilalui atau sebaliknya, Indonesia mendapat nilai yang lebih baik yakni 8,9.

Waze ukur kepuasan pengemudi lewat Driver Satisfaction Index

Sementara itu, Bandung dan Denpasar termasuk dalam salah satu kota yang lalu lintasnya paling tak ramah alias tingkat kemacetannya paling tinggi. Nah, ibukota Jakarta sayangnya menurut pengukuran Waze ini juga masuk dalam kota yang pengemudinya paling stres saat harus berkendara di jalanan karena tingkat kemacetan dan pelanggaran lalu lintasnya yang tinggi.

(brl/red)