7 Hal perlu diperhatikan saat menggunakan Chatbot AI, bisa hindari kesalahan jawaban

Advertisement

Cara menggunakan chatbot AI.

1. Berhitung.

Apabila sobat ingin menggunakan chatbot AI sebagai alat hitung, coba pikir kembali, deh! Pasalnya chatbot masih mempunyai kemampuan terbatas terhadap masalah hitung-hitungan matematika tingkat lanjut. Pasalnya bisa jadi sistem dari chatbot tidak cukup data untuk memberikan jawaban kepada pengguna.

2. Kemampuan pemahaman.

foto: Pexels.com

Selanjutnya hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan pemahaman. Seperti diketahui, chatbot memiliki sistem LLM tingkat lanjut memungkinkan mereka untuk mempertahankan instruksi sebelumnya dan menjawab permintaan per bagian. Nah, coba sobat bisa menguji chatbot untuk tiga hingga lima tugas secara bersamaan untuk menguji seberapa baik mereka menganalisis perintah yang kompleks. Biasanya model AI yang kurang baik tidak akan bisa menjawab pertanyaan berkelanjutan secara kompleks.

3. Waktu.

Chatbot berbasis AI biasanya bekerja dengan database dalam kurun waktu tertentu. Artinya jika data yang diminta melebihi wakatu dari database sistem, maka chatbot tidak bisa menampilkan perintah maupun informasi yang dikehendaki pengguna. Silakan sobat gunakan chatbot yang update, dan tidak dibatasi oleh waktu dari data base dari sistem.

4. Relevansi.

foto: Pexels.com

Chatbot berbasis AI tentu dituntut untuk memberikan informasi relevan. Mereka harus mempertimbangkan arti harfiah dan kontekstual dari permintaan pengguna. Silakan kamu bisa menguji chatbot dengan pertanyaan atau instruksi panjang. Jika chatbot tidak bisa mengolah perintah dari pengguna, aka bisa jadi platform tersebut tidak bisa diandalkan.

5. Kemampuan memori kontekstual.

Memori kontekstual membantu AI menghasilkan output yang akurat dan dapat diandalkan. Pengguna bisa melakukan uji coba terhadap chatbot AI untuk mengingat sesuatu. Kemudian lihat seberapa besar kemampuan AI dalam mengingat perintah dari pengguna.

6. Pembatasan keamanan.

foto: Pexels.com

AI tidak selalu bekerja sesuai keinginan. Pelatihan yang salah dapat menyebabkan teknologi pembelajaran mesin melakukan berbagai kesalahan, mulai dari kesalahan matematika kecil hingga komentar yang bermasalah. Oleh karena itu, penting dirasa seberapa besar developer memberikan pembatasan keamanan terhadap produk chatbot AI-nya. Sebagai pengguna, silakan memahami ketentuan dari developer ketika akan menggunakan platform AI. Jangan sampai kamu dirugikan berkat data yang telah diunggah.

7. Referensi.

AI pada dasarnya bersifat netral. Ketiadaan preferensi dan emosi membuatnya tidak mampu membentuk opini. Chatbot hanya menyajikan informasi yang diketahuinya.

Kendati demikian, AI masih terbilang bias. Pasalnya bisa saja developer memberikan data masukan sesuai keinginan mereka. Artinya chatbot memang bisa netral. Namun manusia yang membentuknya belum tentu.

Oleh sebab itu, pengguna bisa melakukan double check terhadap jawaban dari chatbot. Apalagi AI hanya mengambil informasi dari kumpulan data dan mengulangnya kembali melalui model bahasa. Silakan lakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan oleh AI. Jangan sampai pengguna tersesat terhadap jawaban dari chatbot AI.

Itulah beberapa hal perlu diperhatikan saat ingin memanfaatkan AI dalam kehidupan sehari-hari. Memang AI cukup membantu dalam menemukan jawaban secara efisien. Namun sayangnya, AI juga merupakan produk manusia yang bisa saja memberikan kesalahan. Semoga bermanfaat.

Advertisement


(brl/guf)