Ini satu kesalahan mendasar yang dilakukan banyak online shop

Advertisement

Techno.id - Media sosial telah membuka kesempatan bagi pelaku bisnis kecil dan UKM untuk mengenalkan produknya secara luas hingga bersaing langsung dengan brand besar untuk menuai profit. Namun ternyata, tak sedikit online shop yang salah dalam memperlakukan medsos. Irfan Prabowo alias Fanbul mencermati satu kesalahan mendasar yang kerap terjadi.

"Online shop yang baru mulai terlalu fokus pada dirinya sendiri," jelas Social Media Strategist dan Community Manager Hipwee itu pada Techno.id. Menurutnya, bisnis yang sangat bertumpu pada media sosial perlu mengutamakan keterikatan dengan audience-nya dulu, baik secara brand, produk, maupun value yang diusung.

Fanbul kemudian mengambil contoh kasus yang kerap terjadi. Jika Anda memiliki sebuah online shop yang menjajakan hijab formal untuk kalangan mahasiswi, sebaiknya konten yang Anda unggah di jejaring sosial tak melulu mempromosikan foto hijab. Namun konten yang berguna untuk mengikat followers secara emosional, menjalin komunikasi, atau mempersuasi mereka secara halus juga diperlukan. Contoh gampangnya adalah dengan mengunggah foto ketika hijab tersebut dikenakan di kampus, bukan fokus ke penggunaan hijab untuk OOTD (Outfit Of The Day).

Apa yang diungkap pendiri Forum Jogja Peduli dan Saung Mimpi itu berkaitan pula dengan rencana perubahan algoritma timeline Instagram, dari kronologi ke relevansi. Fanbul sempat menyebut cuma brand yang memahami karakter audience-nya yang berpeluang lebih sukses.

Advertisement


(brl/red)