Apakah tahun 2016 akan menjadi momen kebangkitan HTC?

Advertisement

Techno.id - HTC tidak akan punah. Seperti itulah tekad yang diutarakan Cher Wang, CEO HTC, akhir tahun lalu. Waktu itu, wanita yang menduduki kursi CEO sejak 2007 mengklaim HTC siap bangkit dengan merambah bisnis virtual reality (VR) maupun di pasar smartphone global.

Nampaknya, apa yang diperjuangkan Wang bersama HTC tidak sia-sia. Di awal tahun ini, perusahaan yang bermarkas di Taiwan itu menggebrak dengan dua inovasi teranyarnya.

Yang pertama adalah HTC Vive, VR handset seharga Rp10 jutaan. Kendati harus bersaing dengan produk sekelas Oculus Rift, Samsung Gear, atau Sony PlayStation VR, Vive ternyata cukup menarik bagi konsumen. Buktinya saat sesi pre-order baru dibuka Maret lalu, sudah ada 15 ribu orang yang tak sabar mendapatkan HTC Vive dalam 10 menit.

Menariknya tak lama setelah itu, saham HTC meningkat 21 persen. Salah satu penyebabnya ialah manisnya kiprah mereka di industri VR.

Ilustrasi HTC Vive
© 2016 popsci.com


Tak cuma Vive, vendor berusia 18 tahun itu juga masih punya calon komoditas laris lain, yakni HTC 10. Smartphone 5,1 inci tersebut diklaim sebagai ponsel dengan kamera terbaik tahun 2016. Selain kamera, spesifikasi HTC 10 pun menggiurkan, seperti chipset Qualcomm Snapdragon 820 yang dipadukan dengan RAM sebesar 4GB dengan kapasitas penyimpanan internal 32GB.

Jika setelah HTC 10 dirilis pada 12 April nanti penjualannya mulus, rapor HTC di bisnis smartphone bukan tak mungkin akan membaik. HTC 10 pun layak dijadikan tumpuan pasca penjualan ponsel mereka lesu sepanjang 2015 dan berdampak pada merosotnya revenue hingga 35 persen.

Menurut hemat Anda, akankah HTC bangkit dan bersaing dengan gagah berani lagi dengan Samsung, Apple, maupun Huawei tahun ini?

Advertisement


(brl/red)