Akhir tahun Wiko akan hadirkan ponsel teranyar pabrikan dalam negeri

Advertisement

Techno.id - Pemberlakuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang sedang gencar disuarakan oleh pemerintah untuk pelaku industri, ditanggapi santai oleh Dwi Lingga Jaya selaku CEO Wiko Mobile Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan pasar yang besar dan sangat disayangkan jika hanya sebagai importir karena tidak akan ada benefit justru hanya menjadi jajahan.

"Dengan adanya TKDN, ilmu yang dipunya akan ditransfer dan juga menjadi investasi,” ungkapnya.

Dwi menambahkan, namun terdapat kelemahan dari pemberlakuan TKDN yakni orientasi pasar Indonesia yang lebih percaya produk buatan luar dibanding dalam negeri.

”Paradigma tersebut harus digeser. Mau dibuat di mana pun sama saja dan yang terpenting kita sudah mengetahui sistemnya seperti apa,” imbuhnya.

Selain itu, untuk bisa menerapkan TKDN dengan baik, Wiko telah mengirimkan dua orang karyawannya ke Shenzhen untuk melakukan transfer knowledge.

“Karena yang kami mau dari TKDN ini bukan sekadar merakit namun mengetahui transfer knowledge-nya dengan minimum waktu 1 bulan untuk yang sudah mengetahui basicnya,” tutur Dwi.

Lebih lanjut, Dwi memberikan bocoran terkait peluncuran produk terbarunya yang akan dilakukan pada bulan Desember. Produk yang dibanderol dengan kisaran harga Rp3 jutaan tersebut mulai diproduksi di pabrik Wiko di Sunter yang bekerja sama dengan Parastar Group.

Pabrik dengan kapasitas hingga 1500 unit tersebut, akan memulai produksi ponsel pintar Wiko dengan mengikuti regulasi pemerintah terkait kandungan lokal 20 persen. Dwi menyakini untuk produk terbaru yang akan hadir nanti sudah merupakan pabrikan Sunter.

Advertisement


(brl/red)