Mengenal fitur Protect Battery pada smartphone Samsung, begini cara menggunakannya

Advertisement

Techno.id - Saat ini semua ponsel cerdas (smartphone) menggunakan baterai lithium-ion dengan masa pakai tertentu. Masa pakai tersebut diukur berdasarkan jumlah siklus pengisian atau pengosongan penuh yang dapat dilaluinya sebelum baterai tersebut mulai menurun. Masa pakai rata-rata baterai Li-ion pada umumnya adalah sekitar 300 hingga 500 siklus pengisian daya, atau sekitar dua hingga tiga tahun.

Nah buat kamu pengguna smartphone Samsung, jika ingin menyimpan ponsel untuk sementara waktu, fitur Protect Battery dapat membantu memperpanjang masa pakai baterai.

Apa yang dimaksud dengan Protect Battery?

foto: unsplash/onur binay

Protect Battery adalah sistem manajemen baterai (BMS) yang disertakan pada ponsel pintar Samsung yang menjalankan One UI 4.0 (Android 12) atau yang lebih tinggi. Sistem ini bekerja dengan membatasi pengisian daya maksimum baterai hingga 85% untuk memperpanjang masa pakai baterai. 

Lantas bagaimana membatasi kapasitas baterai dapat membantu meningkatkan masa pakainya? Teknologi di balik fitur Protect Battery sebenarnya cukup masuk akal.

Dengan membatasi pengisian daya hingga 85%, Protect Battery mengurangi keausan pengisian daya dan memaksimalkan kinerja. Dengan kata lain, fitur ini menghentikan proses pengisian daya segera setelah mencapai tahap di mana baterai kemungkinan besar akan mengalami penurunan kualitas. Fitur ini juga membantu melindungi baterai dari suhu tinggi dan tegangan tinggi dari pengisian penuh.

Advertisement


(brl/red)