CONNECT WITH US
Denny Mahardy |
 23 Februari 2016 18:00

Rupa-rupa marketplace Bhinneka.com, dari barang BM sampai kanibalisasi

"Bhinneka akan bertanggungjawab penuh atas tiap produk yang dibeli pengguna kalau memang tidak sesuai iklan."

Rupa-rupa marketplace Bhinneka.com, dari barang BM sampai kanibalisasi

Bisnis model marketplace yang dijalankan Bhinneka itu diakui Hendrik Tio, CEO Bhinneka.com cukup berpengaruh pada penjualan produk yang jadi bisnis utamanya. Kanibalisasi pada angka penjualan produk yang disediakan langsung oleh Bhinneka sendiri juga sempat terjadi.

"Kanibalisasi pasti ada karena produk yang ditawarkan Bhinneka dan penjual marketplace pastinya ada kesamaan. Tapi, kita sudah tahu kanibalisasi sebagai resiko, jadi persiapan sudah dilakukan atas dampak ini dan hasilnya sekarang sudah cukup positif buat kita," tambah Hendrik.

Meskipun nama Bhinneka.com sudah cukup populer, Hendrik menyatakan pendapatan perusahaan yang dipimpinnya sebagian besar masih berasal dari bisnis online melainkan offline. Ia berharap, dalam beberapa tahun mendatang model bisnis online-nya mampu mendominasi angka pendapatan perusahaan.

"Di masa yang akan datang marketplace akan menyumbang 50 persen pendapatan. Tapi sekarang masih kecil kok, pendapatan kita saja sekarang 60 persen masih dari offline, sisanya  baru dari bisnis online," ucap Hendrik saat ditemui tim Techno.id di Jakarta.

Berbagai manuver yang dilakukan Bhinneka.com diharapkan bisa mendukung target pendapatan yang dipasang perusahaan pada tahun 2016. "Kita targetkan pendapatan tahun ini sebanyak Rp 2 triliun. Bisnis kita mampu buat capai angka pendapatan segitu," tandas Hendrik.

WHAT TO READ NEXT ?