CONNECT WITH US
Erick |
 28 Maret 2016 09:00

Lensa mana yang ideal untuk melakukan Astrophotography?

Apa saja yang harus diperhatikan saat hendak mengabadikan langit bertabur bintang agar hasilnya memuaskan?

Lensa mana yang ideal untuk melakukan Astrophotography?

Tak ada rumus yang pasti dalam memotret, namun bukan berarti Anda harus mengabaikan angka-angka tersebut. Misalnya saja ketika memotret menggunakan focal length 18mm F/3.5 dengan ISO 1600, maka kecepatan 15 detik akan membuat foto Anda under exposure. Lalu bagaimana caranya?

Jika memungkinkan, Anda bisa mengubah aperture menjadi F/2.8, atau melambatkan shutter speed hingga mendekati angka 30 detik. Atau jika Anda menggunakan lensa 24mm F/1.4, maka shutter speed yang bisa Anda capai bisa lebih cepat sekitar 13 detik untuk melakukan long exposure. Jangan khawatir fotonya noise, karena Anda bisa mereduksinya nanti pada tahap post processing.

Ilustrasi Astrophotography
© 2016 lightstalking.com/Nik Cyclist

Beberapa lensa dengan merk pihak ke-3 bahkan sangat ideal untuk dunia Astrophotography. Sebut saja Rokinon, Sigma, atau Samyang, yang ternyata mampu menghasilkan gambar berkualitas dalam ranah Astrophotography atau dengan kata lain, melakukan long exposure di malam hari.

Meski tak ada aturan baku, asalkan Anda paham bagaimana mengatur shutter speed, aperture, serta ISO untuk mengabadikan momen dalam kondisi low light, maka Anda pasti bisa menghasilkan gambar langit yang cukup artistik. Well, selamat mencoba...

Ilustrasi Astrophotography
© 2016 lightstalking.com/j-dub 1980

 

 

WHAT TO READ NEXT ?