XmartVillage 2.0 sukses kawinkan potensi desa dengan teknologi digital

Advertisement

Techno.id - Teknologi komunikasi sekarang sudah banyak dikembangkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. XL Axiata berupaya ikut andil mengembangkan program pemberdayaan potensi lingkungan dan ekonomi pedesaan melalui program XmartVillage.

Melalui program XmartVillage 2.0 yang telah diterapkan sejak Januari 2015 lalu di Desa Lamajang, Kabupaten Bandung dan Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang, XL mengklaim sudah membuktikan programnya mampu mendorong masyarakat pedesaan dalam memberdayakan potensi desa secara lebih maksimal dengan mengaplikasikan sejumlah solusi digital.

"Xmart Village merupakan bentuk nyata sumbangsih XL untuk memajukan Indonesia yang diwujudkan dalam program-program tepat guna berbasis teknologi digital bagi masyarakat pedesaan. Saat ini, teknologi digital telah membawa seluruh bangsa Indonesia menuju peradaban baru,” kata Ongki Kurniawan, Direktur & Chief Digital Service Officer XL.

Program Xmart Village 2.0 disebutkan tak hanya memberikan akses teknologi komunikasi dan informasi digital bagi daerah-daerah terpencil, tapi juga meningkatkan pemberdayaan masyarakat setempat. Ruang lingkup Xmart Village 2.0 ini lebih besar dibandingkan dengan Xmart Village 1.0 yang sebelumnya telah diimplementasikan di Kamojang, Kabupaten Bandung.

Pada Xmart Village 2.0, XL secara lebih spesifik mengimplementasikan setidaknya 12 inisiatif, yang memadukan apa yang sudah diterapkan pada Xmart Village 1.0 dengan inisiatif baru. Sebut saja antara lain pembuatan website sebagai alat promosi wisata Lamajang dan Cipacing.

"Website ini mempermudah masyarakat luas untuk mendapat informasi mengenai berbagai aktivitas dan tempat-tempat menarik di kedua desa tersebut,” imbuh Ongki menjelaskan keberhasilan program Xmart Village 2.0 di hadapan berbagai pihak di Bandung, Jawa Barat.

XL mengklaim, beberapa kontribusi nyata yang dihasilkan melalui Xmart Village 2.0 di antaranya adalah peningkatan hingga dua kali lipat jumlah pengunjung lokasi wisata di kedua desa berkat promosi yang terintegrasi melalui SMS Blast, call center, website ,dan aplikasi digital. Hal ini juga tidak lepas dari kontribusi 20 warga yang mengikuti pelatihan digital tour guide.

Pelatihan mengenai bisnis online juga menarik minat warga untuk memiliki toko online-nya sendiri. Dibantu tim pendamping, sebagian penduduk kini sudah memiliki toko online yang menjual berbagai hasil karya dari desanya melalui situs online. Saat ini, sedikitnya sudah ada 10 wanita warga setempat yang menguasai cara berjualan secara online.

Advertisement


(brl/red)